KALIMANTAN UTARA — Bersamaan dengan peringatan PBB tersebut, Peru juga merayakan Inti Raymi atau Festival Matahari setiap 24 Juni. Warisan peradaban Inca ini telah bertransformasi dari ritual keagamaan menjadi festival budaya yang menarik ribuan wisatawan ke kota Cusco setiap tahunnya.
Resolusi PBB yang menetapkan Hari Perempuan dalam Diplomasi Internasional lahir dari keprihatinan atas rendahnya keterwakilan perempuan di forum-forum pengambilan keputusan global. Meski partisipasi meningkat, posisi strategis seperti duta besar atau utusan khusus masih didominasi laki-laki di banyak negara.
PBB menilai keterlibatan perempuan membawa perspektif yang lebih beragam dalam penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian. "Peran perempuan dinilai semakin penting dalam menciptakan diplomasi yang inklusif dan berkelanjutan," demikian pernyataan resmi PBB seperti dikutip dari bahan terkait.
Melalui peringatan tahunan ini, Sekretariat PBB mendorong negara-negara anggota untuk membuka ruang lebih besar bagi perempuan di sektor hubungan internasional. Targetnya bukan hanya kuantitas, tetapi juga pengaruh dalam proses negosiasi dan keputusan multilateral.
Di belahan bumi lain, 24 Juni juga dimaknai secara berbeda oleh masyarakat Peru. Inti Raymi, yang berarti "Festival Matahari" dalam bahasa Quechua, merupakan upacara penghormatan kepada dewa Inti yang dianggap sebagai sumber kehidupan oleh peradaban Inca kuno.
Kini, ritual tersebut tidak lagi dipraktikkan sebagai ibadah, melainkan berkembang menjadi pertunjukan budaya spektakuler. Ribuan warga dan wisatawan memadati Cusco untuk menyaksikan tarian tradisional, kostum adat, dan prosesi simbolik yang merekonstruksi suasana Kekaisaran Inca pada masa lampau.
Dikutip dari National Today, festival ini menjadi salah satu daya tarik wisata internasional utama Peru. Pemerintah setempat menjadikan Inti Raymi sebagai instrumen pelestarian sejarah sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis warisan leluhur.
Bertepatannya dua peringatan besar pada 24 Juni menunjukkan bagaimana satu tanggal bisa memiliki arti berbeda di berbagai belahan dunia. Di tingkat global, PBB mendorong agenda kesetaraan gender. Di tingkat lokal, Peru merayakan identitas budayanya yang unik.
Bagi Indonesia, peringatan Hari Perempuan dalam Diplomasi bisa menjadi pengingat untuk terus mendorong keterlibatan diplomat perempuan di kancah internasional. Sementara itu, semangat pelestarian budaya dalam Inti Raymi relevan dengan upaya mempertahankan tradisi Nusantara di tengah arus globalisasi.