KALIMANTAN UTARA — Pemegang saham WIKA Beton memberikan mandat penuh kepada Kuntjara untuk melanjutkan kepemimpinannya. Langkah ini dinilai penting demi memastikan pertumbuhan nilai perusahaan yang stabil dan kelancaran proyek-proyek yang sudah berjalan.
RUPSLB juga menyetujui perubahan di jajaran dewan komisaris sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Perombakan ini bertujuan menjaga kelincahan perusahaan agar lebih siap menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Dalam rapat tersebut, perseroan mengangkat Yudha Permana Jayadikarta sebagai Komisaris Utama yang baru. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) ini menggantikan Wilan Oktavian.
Langkah ini menandai arah baru WIKA Beton yang mulai merambah ke sektor energi hijau. Pengalaman Yudha di bidang energi terbarukan diharapkan bisa membawa perspektif segar bagi strategi perusahaan ke depannya.
Agenda lain yang disahkan dalam RUPSLB adalah perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP). Penyesuaian ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada para karyawan yang telah memasuki masa purnabakti.
Manajemen WIKA Beton meyakini bahwa perlindungan hari tua yang lebih baik akan meningkatkan motivasi dan loyalitas tim. Dengan begitu, produktivitas karyawan dalam menghasilkan karya terbaik diharapkan terus terjaga.
Keputusan-keputusan ini diambil di saat industri konstruksi nasional tengah menghadapi tekanan dari sisi permintaan dan harga bahan baku. WIKA Beton sendiri merupakan salah satu pemain utama di sektor beton pracetak tanah air yang produknya digunakan di berbagai proyek infrastruktur strategis.