TARAKAN — KRI Ajak-653, kapal cepat andalan TNI AL, kembali dipercaya membawa misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 ke lima titik terluar Kalimantan Utara. Kapal perang ini tidak hanya mengangkut tim ekspedisi, tetapi juga memastikan pasokan uang rupiah berkualitas sampai ke tangan warga di Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan.
Komandan Kodaeral XIII Tarakan, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, mengatakan kesiapan kapal sudah diperhitungkan secara matang. Menurutnya, KRI Ajak-653 memiliki stabilitas yang sangat baik untuk beroperasi di perairan Kalimantan yang kerap bergelombang.
“KRI Ajak-653 memiliki stabilitas yang sangat baik sehingga dapat mendukung pendistribusian rupiah yang berkualitas dan layak edar ke wilayah tujuan,” kata Sumarji dalam keterangannya, Selasa.
Kondisi laut menjadi perhatian utama sebelum kapal bertolak. Pihak TNI AL telah mengecek prakiraan cuaca untuk memastikan perjalanan ekspedisi berlangsung aman hingga ke pulau-pulau terpencil.
“Kami sudah mengecek prakiraan cuaca dan insyaallah selama pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 cuaca akan bersahabat,” ujar Sumarji.
Dengan kemampuan manuver yang mumpuni, KRI Ajak-653 ditargetkan mampu menjangkau seluruh wilayah tujuan sesuai jadwal tanpa hambatan berarti.
Pengiriman kapal ini bukan kali pertama. Sumarji mengungkapkan bahwa KRI Ajak-653 telah lebih dari lima kali mendukung kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Sebelumnya, kapal yang sama pernah bertugas di Papua, Sumatera, hingga Jawa.
“Unsur kapal cepat seperti ini sangat efektif untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil,” tegas Sumarji.
Pengalaman operasi di berbagai wilayah Indonesia menjadi modal utama dalam menjalankan misi menuju kawasan kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses transportasi.
Keterlibatan TNI AL dalam ERB 2026 bukan sekadar menyediakan sarana transportasi laut. Pelayaran ini menjadi bagian dari upaya memastikan rupiah tetap hadir hingga pulau-pulau yang jauh dari pusat layanan perbankan.
Dukungan ini merupakan sinergi bersama Bank Indonesia (BI) untuk mendistribusikan uang layak edar sekaligus menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Melalui KRI Ajak-653, misi menjaga kualitas dan kedaulatan rupiah dari Tarakan menuju masyarakat kepulauan resmi dimulai.