BULUNGAN — Rapat Paripurna ke-14 Masa Persidangan III Tahun 2026 di DPRD Kaltara menjadi ajang penyampaian sejumlah catatan kritis dari seluruh fraksi. Pemerintah daerah merespons dengan menyatakan semua masukan itu akan diakomodir dan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025.
Dalam rapat yang digelar Senin lalu, masing-masing fraksi memberikan masukan yang tidak hanya soal PAD. Beberapa poin penting lainnya mencakup peningkatan kinerja perangkat daerah, efektivitas penggunaan anggaran, hingga tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Gubernur Zainal Arifin Paliwang menegaskan semua tanggapan itu sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti. “Semua tanggapan dari fraksi sudah kita akomodir. Kita terima semua masukannya dan akan kita tindak lanjuti. Insya Allah dalam waktu dekat saran-saran dari fraksi juga akan kita penuhi untuk melengkapi jawaban kepada BPK,” ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah menggenjot kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Pemerintah menilai masih banyak potensi pendapatan yang belum tersentuh, terutama dari aktivitas perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Utara.
Pemprov Kaltara berencana memanggil perusahaan-perusahaan tersebut. Tujuannya, mendorong mereka agar lebih banyak menggunakan vendor lokal ketimbang mendatangkan pemasok dari luar daerah. “Masih banyak potensi pendapatan daerah yang belum tersentuh. Nanti melalui Bapenda akan kita garap. Kita juga akan memanggil perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan vendor luar agar bisa memakai vendor lokal,” kata Zainal.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong agar seluruh kendaraan operasional perusahaan menggunakan pelat nomor KU. Langkah ini dinilai krusial karena pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan akan langsung masuk ke kas daerah Kalimantan Utara. “Harapan kita kendaraan yang dipakai perusahaan menggunakan pelat KU. Dengan begitu pajaknya masuk ke Kalimantan Utara dan PAD kita bisa terus meningkat,” tutupnya.