KALIMANTAN UTARA — Menjadi orang tua baru memang penuh dengan kebahagiaan, tapi juga dihiasi kekhawatiran. Mulai dari urusan menyusui, menenangkan bayi yang menangis, hingga merasa harus menjadi orang tua yang sempurna, semua bisa terasa membebani. Padahal, tidak semua nasihat atau informasi yang beredar itu benar dan perlu membuat Bunda cemas.
Buku berjudul Bite-sized Parenting: Tahun Pertama Bayi Anda yang dikutip dari Business Insider, mengungkap sejumlah mitos yang sering memicu kecemasan orang tua baru. Yuk, kita luruskan satu per satu agar Bunda lebih siap menghadapi fase awal kehidupan Si Kecil.
1. Ikatan Batin dengan Bayi Tidak Selalu Langsung Terjalin
Banyak orang membayangkan momen pertama bertemu bayi akan langsung diiringi rasa cinta yang meluap-luap. Namun, tidak semua orang tua merasakan hal yang sama dan itu sangatlah normal.
Tidak langsung merasakan ikatan batin yang kuat bukan berarti Bunda orang tua yang buruk. Rasa sayang dan keterikatan ini akan tumbuh seiring waktu, melalui setiap interaksi kecil, seperti saat menyusui, memeluk, atau menenangkan Si Kecil.
2. Tidak Semua Momen Mengurus Anak Terasa Menyenangkan
Ada kalanya Bunda merasa lelah, frustrasi, atau bahkan tidak nyaman saat mengurus bayi yang rewel atau sulit tidur. Ini adalah bagian yang sangat manusiawi dari perjalanan menjadi orang tua.
Bunda tidak harus menikmati setiap detiknya. Menerima bahwa ada hari-hari sulit dan mengizinkan diri untuk merasa tidak sempurna justru bisa mengurangi beban pikiran. Jika perasaan sedih atau cemas berkepanjangan, ingatlah bahwa depresi pasca persalinan adalah kondisi yang umum dan sangat bisa diobati dengan mencari bantuan profesional.
3. Menyusui Itu Butuh Proses Belajar, Bukan Insting Langsung
Mungkin Bunda membayangkan menyusui akan berjalan mulus sejak pertama kali. Faktanya, baik ibu maupun bayi sama-sama baru belajar dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Jangan berkecil hati jika di hari pertama atau bahkan minggu kedua menyusui masih terasa sulit dan tidak sempurna. Butuh kesabaran dan latihan agar aktivitas ini menjadi kebiasaan yang nyaman bagi Bunda dan Si Kecil.
4. Bunda Tidak Harus Mengurus Semuanya Sendirian
Merasa kewalahan dan kesepian adalah hal yang sering dialami orang tua baru. Justru, ini adalah sinyal bahwa Bunda butuh bantuan, dan itu tidak apa-apa.
Jangan ragu untuk meminta tolong pada pasangan, keluarga, atau teman terdekat. Berbicara tentang perasaan Bunda kepada orang yang dipercaya bisa sangat melegakan. Membangun koneksi dengan sesama ibu, baik di taman bermain maupun media sosial, juga bisa menjadi ruang untuk saling berbagi dan mengurangi rasa terisolasi.
5. Mengambil Waktu Istirahat dari Bayi Itu Boleh dan Perlu
Setelah bayi lahir, wajar jika seluruh perhatian dan waktu Bunda tersita untuknya. Namun, melupakan kebutuhan diri sendiri justru bisa membuat Bunda kelelahan.
Menyisihkan waktu sejenak untuk diri sendiri, meski hanya beberapa menit untuk bernapas atau minum teh hangat, bisa membantu mengisi ulang energi. Bunda yang segar dan bahagia akan lebih mampu merawat Si Kecil dengan optimal.
6. Bayi Menangis Bukan Berarti Bunda Gagal
Menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Ketika Si Kecil menangis, itu bukan pertanda Bunda melakukan kesalahan, melainkan ia sedang menyampaikan kebutuhannya.
Setiap kali Bunda merespons tangisannya, Bunda sedang belajar memahami apa yang ia inginkan dan rasakan. Proses ini adalah bagian dari membangun kedekatan dan bukan alasan untuk merasa bersalah.
Menjadi orang tua baru adalah proses belajar yang panjang. Memahami bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna akan membantu Bunda menikmati setiap momen bersama Si Kecil tanpa beban kecemasan yang berlebihan.