BULUNGAN — Kapolda Kaltara Irjen Pol. Agus Wijayanto menekankan bahwa jabatan Dirintelkam merupakan posisi strategis yang menjadi "mata dan telinga" pimpinan. Ia berharap Kombes Pol. Dwi Wahyudi mampu meningkatkan kemampuan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
"Rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi guna menjawab tantangan tugas yang terus berkembang," ujar Kapolda dalam sambutannya.
Kombes Pol. Dwi Wahyudi bukan wajah baru di dunia intelijen. Sebelum menjabat di Kaltara, ia bertugas sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya di Baintelkam Polri. Pengalaman ini dinilai Kapolda sebagai modal penting untuk membawa Ditintelkam Polda Kaltara lebih profesional, adaptif, dan responsif.
Menurut Kapolda, kemampuan menghasilkan analisis yang cepat dan akurat menjadi kunci dalam menentukan langkah kepolisian. Hal ini krusial mengingat Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan negara yang memiliki kerentanan tinggi.
Kapolda mengidentifikasi sejumlah tantangan keamanan yang harus diantisipasi Ditintelkam. Mulai dari kejahatan lintas negara, penyalahgunaan narkotika, radikalisme, hingga kejahatan siber dan penyebaran informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kapolda meminta jajaran Ditintelkam memperkuat sinergi dengan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Dalam kesempatan itu, Kapolda mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, keteladanan, loyalitas, kerja keras, dan tanggung jawab. Ia juga meminta seluruh personel Polda Kaltara memberikan dukungan kepada Dirintelkam yang baru agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal.
Dengan kepemimpinan baru di Ditintelkam, Polda Kaltara berharap fungsi intelijen semakin tajam dalam membaca dinamika keamanan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas di Bumi Benuanta, julukan Provinsi Kalimantan Utara.