KALIMANTAN UTARA — PT VinFast Indonesia resmi meluncurkan tiga model motor listrik sekaligus, yaitu VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper, Kamis pekan lalu di Jakarta. Ketiganya menyasar segmen pengguna yang berbeda, namun punya satu kesamaan: fleksibilitas kepemilikan baterai yang belum banyak ditawarkan kompetitor di kelasnya.
Alih-alih mewajibkan pembelian baterai di awal, VinFast memberi tiga opsi: battery subscription (sewa), battery swapping (tukar baterai), dan pembelian motor lengkap dengan baterai. Pendekatan ini dirancang untuk menurunkan harga awal motor listrik sekaligus menjawab kekhawatiran konsumen soal degradasi baterai dalam jangka panjang.
Skema berlangganan baterai memungkinkan konsumen memiliki motor tanpa membayar baterai di muka. Sementara layanan tukar baterai memungkinkan penggantian baterai dalam hitungan menit di stasiun penukaran yang disediakan oleh V-Green, mitra infrastruktur VinFast di Indonesia.
Bagi yang lebih suka memiliki kendaraan secara penuh, opsi pembelian motor plus baterai juga tersedia. VinFast menyebut fleksibilitas ini sebagai strategi untuk mengakomodasi kebiasaan dan preferensi pengguna Indonesia yang beragam, mulai dari pengguna harian komuter hingga pengendara logistik jarak pendek.
Ketiga model menggunakan dua baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas total 3 kWh. Baterai jenis ini dikenal lebih tahan terhadap siklus pengisian berulang dan memiliki stabilitas termal yang lebih baik dibandingkan baterai NMC. Penempatan dua baterai di bawah jok diklaim tidak mengurangi ruang penyimpanan utama.
Soal jarak tempuh, VinFast Evo mampu menempuh hingga 150 km dalam kondisi baterai penuh. Sementara VinFast Feliz II dan VinFast Viper sama-sama sanggup menempuh 145 km. Ketiganya dibekali motor BLDC in-wheel dengan tenaga puncak 5.200 watt. Kecepatan maksimum Feliz II dan Viper mencapai 90 km/jam, sedangkan Evo dibatasi di 80 km/jam.
Untuk mendukung skema swapping, V-Green mulai membangun stasiun penukaran baterai di sejumlah titik di Pulau Jawa. Pengguna juga tetap bisa mengisi daya baterai secara mandiri di rumah menggunakan charger standar atau di stasiun pengisian daya umum yang sudah tersedia.
VinFast belum merinci harga resmi ketiga model tersebut untuk pasar Indonesia. Namun, dari presentasi yang dibagikan dalam acara peluncuran, pihak ATPM menegaskan bahwa skema sewa baterai akan membuat harga motor listrik VinFast lebih kompetitif dibandingkan motor listrik sekelas yang mewajibkan pembelian baterai penuh di awal.
Dengan kombinasi tiga model, tiga skema baterai, dan pembangunan infrastruktur pendukung, VinFast ingin mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah memperluas penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di dalam negeri.