Tiga Dapur MBG di Tarakan Disuspend, Yayasan Sadewa Kejar Pemasangan Cerobong Asap dan Sekat Ompreng

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:05:32 WIB

TARAKAN — Tiga dapur produksi makanan bergizi gratis yang dikelola Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi di Kota Tarakan tengah dalam proses pembenahan fisik setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan surat penghentian sementara operasional. Perwakilan yayasan, Makbul, mengungkapkan bahwa penutupan ini bukan disebabkan oleh masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), melainkan karena beberapa perangkat dapur yang belum sesuai dengan standar teknis terbaru BGN versi Juknis 4.01.

Ketiga dapur yang terdampak berlokasi di Pamusian 5, Karang Harapan, dan Juata Kerikil 2. Makbul menyampaikan hal ini usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Tarakan, Sabtu (18/7/26).

Dua Catatan Teknis yang Harus Dibenahi

Poin utama yang menjadi catatan dari BGN adalah pembuatan sekat pada tempat penyimpanan ompreng atau wadah makanan, serta pemasangan dukting atau cerobong asap dapur. “Penutupan dapur ini beberapa hal mungkin termasuk perangkat-perangkat yang ada di dapur tersebut. Seperti misalnya tempat penyimpanan ompreng yang belum dibuatkan sekatnya,” jelas Makbul.

Ia mengakui, pemasangan cerobong asap di Tarakan memakan waktu lantaran terbatasnya tenaga ahli yang mampu mengerjakan spesifikasi teknis tersebut. Namun, hingga saat ini seluruh pembenahan fisik dan pemasangan dukting telah rampung dikerjakan.

Penerima Manfaat Terdampak, Yayasan Kejar Izin Operasional

Penghentian sementara ini membuat sejumlah penerima manfaat tidak mendapatkan pasokan MBG selama beberapa hari. Yayasan Sadewa menyayangkan hal ini karena dapat mengganggu kelancaran program strategis pemerintah pusat di daerah.

“Pada dasarnya kami tetap akan melakukan upaya sehingga dapur tersebut untuk bisa beroperasi kembali. Karena termasuk pihak-pihak yang dirugikan beberapa penerima manfaat yang tidak menerima MBG beberapa hari ini akibat ditutupnya dapur, tentu berdampak kepada bagaimana program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik,” tegas Makbul.

Pihak yayasan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BGN dan pemangku kepentingan lainnya agar izin operasional ketiga dapur dapat segera diterbitkan kembali. Sebelum dapur didirikan, yayasan mengaku telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Lapangan (Kor-Karek), hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait kelayakan fasilitas.

Kapan Dapur MBG di Tarakan Bisa Beroperasi Lagi?

Makbul menyebut, meskipun pembenahan fisik sudah selesai, proses pembukaan kembali dapur masih memerlukan waktu karena menunggu evaluasi dan persetujuan dari BGN. “Sampai detik ini sudah kami laksanakan semua, sudah kami selesaikan, sudah kami dirikan dukting tersebut. Namun mungkin proses untuk pembukaan dapur ini mungkin yang akan memakan waktu,” tambahnya.

Yayasan Sadewa berharap proses administrasi dapat dipercepat agar masyarakat penerima manfaat tidak semakin lama kehilangan akses terhadap makanan bergizi gratis yang menjadi bagian dari program prioritas nasional.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top