Kapolda Kaltara dan Danyonif 880/Banuanta Perkuat Sinergi TNI-Polri demi Stabilitas Keamanan di Kalimantan Utara

Penulis: Dedi Supriadi  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 18:24:01 WIB
Kapolda Kalimantan Utara menerima kunjungan Danyonif 880/Banuanta di Markas Polda Kaltara, Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Pertemuan antara pimpinan tertinggi kepolisian dan TNI di Kalimantan Utara itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kapolda didampingi Direktur Samapta Polda Kaltara saat menerima kunjungan dari Danyonif TP 880/Banuanta.

Fondasi Stabilitas Keamanan Daerah

Kapolda Kalimantan Utara menyampaikan apresiasi atas silaturahmi tersebut. Menurutnya, hubungan harmonis antara TNI dan Polri harus terus dipelihara sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Soliditas dan sinergi TNI–Polri merupakan fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kalimantan Utara," ujar Kapolda.

Komitmen Sinergi di Lapangan

Sementara itu, Danyonif TP 880/Banuanta menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin. Ia menekankan pentingnya sinergitas di lapangan agar tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan optimal.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan sinergi dan soliditas TNI–Polri di Kalimantan Utara semakin kokoh. Hal ini dinilai mampu menghadirkan rasa aman, memperkuat stabilitas wilayah, serta mendukung keberhasilan pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara.

Apa yang Membuat Pertemuan Ini Krusial?

Kalimantan Utara merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga stabilitas keamanan di daerah tersebut menjadi prioritas nasional. Pertemuan antara Kapolda dan Danyonif ini menjadi sinyal kuat bahwa koordinasi antaraparat keamanan terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan lintas batas.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top