NUNUKAN — Rombongan yang dipimpin Bintara Utama (Bama) Serka Marinir Muhammad Toni itu bertolak menuju lokasi setelah mengikuti apel yang dipimpin Komandan Satgas Marinir PAM Pulau Terluar, Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han. Dalam arahannya, Dansatgas menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat serta meneladani semangat pengabdian almarhum.
"Sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kawasan perbatasan," pesan Dansatgas dalam arahannya.
Semasa hidupnya, H. Muhammad Nurdin yang akrab disapa Bang Buaya memiliki hubungan erat dengan prajurit Korps Marinir, khususnya saat penugasan di Bunyu, Pulau Nunukan, dan Pulau Sebatik. Pada masa ketika telepon seluler belum berkembang, almarhum membantu pelaksanaan bantuan komunikasi (Bankom) melalui radio komunikasi untuk memantau kondisi pos-pos Marinir.
Almarhum turut membantu penyampaian laporan situasi (Lapsit) dari pos-pos terluar di Bunyu, Nunukan, dan Sebatik secara berkala. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran komunikasi operasional saat itu.
Selain dukungan komunikasi, almarhum berperan sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara Korps Marinir dengan para tokoh masyarakat. Peran ini terwujud dalam proses hibah lahan untuk pembangunan sejumlah Pos Marinir di Pulau Sebatik.
Kontribusi tersebut dinilai menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap penguatan pertahanan dan keamanan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, rombongan menyampaikan rencana untuk melaksanakan ziarah ke makam almarhum H. Muhammad Nurdin pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rencana tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa, dedikasi, serta kontribusi almarhum terhadap pelaksanaan tugas Korps Marinir.
Mewakili keluarga, Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, SE, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
"Atas nama keluarga, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada keluarga besar Korps Marinir yang hingga saat ini masih mengenang jasa dan pengabdian almarhum H. Muhammad Nurdin. Rencana ziarah yang akan dilaksanakan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan kehormatan yang sangat berarti bagi keluarga," ujar Zainal Abidinsyah.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol eratnya hubungan kekeluargaan antara Korps Marinir, Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur, keluarga almarhum, dan masyarakat perbatasan. Silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi TNI dan masyarakat dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI, khususnya di Pulau Sebatik.