BULUNGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama Universitas Kaltara (Unikaltar) tengah mematangkan program Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana. Inisiatif ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di daerah, sekaligus menjawab fokus Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rektor Unikaltar, Didi Adriansyah, mengungkapkan bahwa jika seluruh desa dan kelurahan berpartisipasi, akan ada sekitar 81 anak muda yang mendapatkan kesempatan kuliah di kampus tersebut. "Sesuai tema RKPD 2027 yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, kami bersama pemda membahas program satu desa atau kelurahan satu sarjana," jelasnya kepada Benuanta, Selasa (4/8/2026).
Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Sebelum mahasiswa turun ke lapangan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pemkab Bulungan dan pihak kampus berdiskusi untuk menyelaraskan isu-isu pembangunan dengan kegiatan akademik. Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di desa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sebelum mahasiswa turun melaksanakan KKN, kami selalu berdiskusi dengan pihak kampus. Ada beberapa isu pembangunan yang kami sampaikan supaya bisa menjadi bagian dari kegiatan mereka di desa," kata Syarwani. Pendekatan ini memastikan mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membantu menyampaikan edukasi yang dibutuhkan warga.
Peran Unikaltar bagi Pemkab Bulungan dinilai tidak terbatas pada pengiriman mahasiswa magang. Hasil kajian akademisi dibutuhkan sebagai bahan masukan dalam menyusun maupun mengevaluasi kebijakan pembangunan yang telah berjalan. Syarwani menyebut kolaborasi ini merupakan langkah penting agar pembangunan tidak hanya dijalankan pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari kalangan akademisi.
"Kampus menjadi mitra pemerintah. Kami juga membutuhkan kajian dan masukan dari akademisi sebagai bahan evaluasi terhadap program-program yang sudah berjalan," ujarnya. Contoh nyata sinergi ini terlihat pada program kawasan cepat tumbuh yang dijalankan Dinas Pertanian, di mana mahasiswa ikut terlibat langsung untuk belajar sekaligus mendampingi masyarakat.
Ke depan, Unikaltar akan terus menyelaraskan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dengan program pemda. Dengan cara ini, mahasiswa yang turun melalui KKN tidak bekerja sendiri, melainkan mendukung program pembangunan yang memang sedang berjalan di desa tersebut. "Program pemerintah di desa akan kami kolaborasikan dengan program kampus. Jadi mahasiswa yang turun melalui KKN tidak bekerja sendiri, tetapi ikut mendukung program pembangunan yang memang sedang berjalan di desa tersebut sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," tutup Didi Adriansyah.