Simulasi Darurat di Fuel Terminal Tarakan: Pertamina Uji Respons Tumpahan BBM dan Evakuasi 3 Pekerja

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:53:01 WIB
Petugas mengevakuasi tiga pekerja dalam simulasi penanganan tumpahan BBM di Fuel Terminal Tarakan.

TARAKAN — Simulasi penanganan keadaan darurat di Fuel Terminal Tarakan berlangsung terpadu dengan Kantor Regional Pertamina Patna Niaga di Balikpapan. Kegiatan ini dirancang untuk menguji kecepatan respons, keandalan sarana tanggap darurat, dan koordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat sekitar.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patniaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan keadaan darurat.

"Simulasi ini menguji kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta kesiapan seluruh unsur dalam menyelamatkan korban, melindungi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan energi," ujar Edi.

Skenario Gangguan: Kebocoran Uap hingga Tumpahan BBM di Area Tangki

Skenario yang diujikan kali ini cukup kompleks. Gangguan dimulai saat proses penerimaan Pertalite dari kapal menuju tangki T-06, yang berlangsung bersamaan dengan pekerjaan perbaikan tangki T-05. Kondisi ini diskenariokan memicu pelepasan uap (vapour release), flash, dan tumpahan BBM di area tangki.

Begitu kondisi abnormal terdeteksi, petugas langsung mengaktifkan alarm, menghentikan sementara kegiatan operasional, mengisolasi area, serta mengarahkan seluruh pekerja menuju titik kumpul (assembly point).

Tiga Pekerja Terdampak, Dua Dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan

Dalam skenario, tiga pekerja disimulasikan terdampak insiden. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan pertama di lokasi. Dua di antaranya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah status ditingkatkan menjadi OKD Level 1, Pusat Pengendali Operasional (Puskodal) Regional Kalimantan di Balikpapan diaktifkan. Dukungan personel, peralatan, medis, pengamanan, hingga komunikasi dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

ERT Pertamina Kendalikan Flash dan Tangani Tumpahan

Emergency Respon Team (ERT) PT PPN Regional Kalimantan bertugas mengendalikan flash, mendinginkan fasilitas, menangani tumpahan BBM, serta melakukan pemantauan lingkungan. Proses ini menjadi krusial untuk mencegah meluasnya dampak.

Simulasi ini juga melibatkan kolaborasi eksternal yang luas. Polsek Tarakan Timur, BPBD Kota Tarakan, Pertamina EP Tarakan Field, Koramil 090701, Polantas Polres Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, serta Kelurahan Lingkas Ujung dan Gunung Lingkas turut ambil bagian. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan dalam pengamanan dan evakuasi.

Warga Sekitar Dilatih Evakuasi ke Titik Kumpul Aman

Partisipasi masyarakat menjadi perhatian khusus. Warga di kawasan Kusuma Bangsa dan Gunung Lingkas dilibatkan dalam latihan evakuasi menuju titik kumpul aman. Tujuannya, meningkatkan pemahaman warga terhadap jalur evakuasi dan langkah yang harus dilakukan saat menerima peringatan keadaan darurat.

"Kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting agar penanganan dapat berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat sesungguhnya," jelas Edi.

Uji Skema Pasokan BBM Saat Gangguan Fasilitas

Tidak hanya menguji respons lapangan, Pertamina Patra Niaga juga menguji skema pasokan reguler, alternatif, dan darurat. Hal ini untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap terjaga apabila terjadi gangguan fasilitas yang berkepanjangan.

Seluruh rangkaian simulasi kemudian dievaluasi. Hasilnya akan menjadi dasar untuk penyempurnaan prosedur, peningkatan kompetensi personel, dan penguatan koordinasi antar instansi di masa mendatang.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top