KALIMANTAN UTARA — Program elektrifikasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mendapat angin segar. Komisi XII DPR RI secara eksplisit mendukung percepatan penyambungan listrik bagi masyarakat yang belum menikmati aliran energi, baik lewat skema bantuan pemerintah maupun program mandiri PLN. Dukungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi penguat kebijakan agar implementasi di lapangan berjalan selaras dengan target nasional.
Syafruddin, politikus dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, menegaskan bahwa kehadiran listrik memiliki efek berlipat. Menurutnya, aliran listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menjadi katalis untuk aktivitas produktif, peningkatan kualitas pendidikan, hingga layanan kesehatan.
"Kami mendukung penuh berbagai program PLN dalam memperluas akses listrik kepada masyarakat, khususnya melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik dan Program Listrik Desa. Kehadiran listrik merupakan investasi sosial yang memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Syafruddin dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan PLN harus terus dirawat. Tujuannya jelas: memastikan manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati di perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil yang selama ini terisolasi secara energi.
Di sisi lain, PLN UID Kaltimra menyambut baik dukungan tersebut. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengakui bahwa bentang alam Kaltimra yang luas dan menantang menjadi pekerjaan rumah tersendiri dalam pemerataan listrik. Meski begitu, kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat proses tersebut.
"Kolaborasi dengan Komisi XII DPR RI merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan ketenagalistrikan. Dukungan terhadap program-program strategis PLN memberikan optimisme bagi kami untuk terus meningkatkan dan memperluas jangkauan layanan," kata Chaliq.
Ia menjelaskan, percepatan elektrifikasi dilakukan tidak hanya dengan membangun infrastruktur baru, tetapi juga melalui penguatan keandalan jaringan distribusi yang sudah ada. Digitalisasi layanan pelanggan juga menjadi fokus agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan PLN.
Chaliq menekankan bahwa peran listrik jauh melampaui sekadar komoditas energi. Dalam pandangannya, listrik adalah pembuka jalan (enabler) bagi tumbuhnya usaha-usaha produktif baru di daerah.
"Listrik adalah enabler pembangunan. Kehadirannya membuka peluang tumbuhnya usaha produktif, meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar," ujarnya.
PLN UID Kaltimra meyakini bahwa dengan dukungan regulator dan pemerintah daerah, target membangun sistem kelistrikan yang andal dan inklusif bisa terwujud. Komitmen ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan menjadikan listrik sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.