TANJUNG SELOR — Kecelakaan laut menimpa Speedboat Sekatak AAA Express yang melayani rute Tanjung Selor menuju Tarakan. Kapal tersebut dilaporkan terbakar di perairan sebelum Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kamis (19/12) pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Mulyono, Kepala Pos Pelabuhan Kayan II Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan kebakaran pada Kamis pagi dan langsung mengerahkan petugas ke lokasi.
"Tadi pagi kita menerima laporan tentang speedboat yang terbakar. Penumpang sudah berhasil kita evakuasi dan semuanya selamat," ujar Mulyono, Kamis.
Keputusan cepat nakhoda menjadi faktor kunci dalam penyelamatan seluruh penumpang. Saat api mulai membesar, kapal segera diarahkan ke pinggir sungai yang rimbun dengan rerumputan dan pepohonan.
"Saya dapat informasi nakhoda cepat mengambil inisiatif untuk menyandarkan (meminggirkan) speedboat sehingga penumpang bisa selamat dan turun," ungkap Mulyono.
Speedboat yang memiliki jadwal keberangkatan pukul 10.20 Wita itu mengangkut total 26 orang, terdiri dari 22 penumpang dan empat anak buah kapal (ABK). Seluruhnya berhasil turun dari kapal tanpa mengalami luka berarti.
Meski seluruh nyawa terselamatkan, kerugian material dipastikan besar. Mulyono menyebut kapal tidak mungkin lagi dievakuasi karena kondisinya sudah hangus terbakar.
"Speedboatnya sudah tidak mungkin kita bawa ke sini, karena sudah habis. Hangus total. Sama mesinnya semuanya," bebernya.
Sejumlah penumpang kehilangan barang bawaan mereka. Kasmira (29), warga Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengaku tidak sempat menyelamatkan dokumen penting keluarganya.
"Alhamdulillah kami sekeluarga berdelapan selamat. Tapi barang bawaan kami, termasuk buku nikah dan ijazah terbakar," kata Kasmira.
Perempuan tersebut tengah dalam perjalanan menuju Nunukan bersama keluarganya. Rutenya memaksanya transit di Tanjung Selor dan Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan ke Nunukan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Pihak berwenang masih memeriksa nakhoda, ABK, serta sejumlah penumpang untuk mengumpulkan keterangan.
"Sampai saat kita masih dalam tahap pemeriksaan untuk para awak kapal dan nakhoda bagaimana kronologisnya," ungkap Mulyono.
Sementara itu, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor tidak terganggu. Pantauan di lokasi menunjukkan keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan normal seperti biasanya.
Sejumlah personel gabungan tampak disiagakan di pelabuhan, termasuk tiga mobil ambulans dari Palang Merah Indonesia dan Polres Bulungan, serta satu mobil dan truk dari Badan SAR Nasional.