NUNUKAN — Yayasan Muslih Center Kalimantan Utara menggelar Bazar Cinta Rupiah di Teras Masjid Islahul Ummah, Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kamis (6/8). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA ini melibatkan 50 stand yang seluruhnya dikelola oleh siswa PAUD Islam Al-Hiro dan SD Islam Al-Hiro dengan pendampingan guru serta orang tua.
Berbagai produk dalam negeri seperti makanan tradisional, jajanan, minuman, hingga buah tangan dipasarkan dalam kegiatan tersebut. Seluruh transaksi diwajibkan menggunakan Rupiah sebagai wujud nyata Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Ketua Yayasan Muslih Center Kalimantan Utara, Dr. Wahyudi, menegaskan bahwa bazar ini dirancang sebagai proses pendidikan karakter. Anak-anak belajar berdagang dengan jujur, melayani pembeli, menghitung uang, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus membiasakan diri mencintai produk Indonesia.
"Kegiatan ini bukan sekadar simbol, jargon, atau seremoni cinta Rupiah dan cinta tanah air. Yang kami bangun adalah praktik nyata melalui pembiasaan (habituasi) kepada Generasi Alpha pada masa emas pertumbuhannya," ujar Wahyudi dalam sambutannya.
Pendekatan ini dinilai relevan diterapkan di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Aktivitas ekonomi harian masyarakat memang tidak bisa dipisahkan dari penggunaan Ringgit Malaysia serta peredaran produk dari negara tetangga.
Wahyudi menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil penelitian doktoralnya yang mengkaji penanaman nilai cinta tanah air di wilayah perbatasan. Kesimpulannya, nasionalisme tidak cukup dibangun lewat ceramah atau slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pengalaman nyata.
"Disertasi doktoral saya berbicara tentang bagaimana menanamkan cinta tanah air kepada masyarakat perbatasan. Salah satu kesimpulannya adalah nasionalisme akan lebih kuat apabila dibangun melalui pengalaman nyata," jelasnya.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Sebatik Timur, M. Alatas, yang mewakili Camat Sebatik Timur, mengapresiasi penyelenggaraan bazar ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memadukan pendidikan karakter, literasi keuangan, semangat kewirausahaan, dan nasionalisme dalam satu aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Selama bazar berlangsung, para peserta didik tampak antusias menawarkan dagangan, menerima pembayaran, memberikan uang kembalian, hingga berinteraksi dengan pembeli. Orang tua dan warga sekitar, termasuk warga empat RT di lokasi kegiatan, turut memadati bazar sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar anak-anak.
Yayasan Muslih Center Kalimantan Utara menaungi PAUD Islam Al-Hiro, SD Islam Al-Hiro, dan TPQ Al-Hiro. Lembaga ini berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter Islami, jiwa kepemimpinan, semangat kewirausahaan, serta nasionalisme yang kuat.