Pertamina Patra Niaga Ubah Jerami Jadi Air Bersih dan Pupuk, Raih Rekor MURI di Karawang

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:10:02 WIB
Warga menukarkan jerami pascapanen dengan air bersih hasil pengolahan RO dalam program Pertamina Patra Niaga di Karawang.

KALIMANTAN UTARA — Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, meninjau langsung implementasi program tersebut di Yayasan Hidayatul Burhan, pekan lalu. Dalam kunjungan itu, ia menyoroti Skema Tukar Jerami yang dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan limbah pertanian dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga. "Jerami yang sebelumnya dianggap limbah kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial," ujarnya.

Skema Tukar Jerami: Dari Limbah Jadi Air Minum

Mekanisme program ini sederhana namun berdampak luas. Warga mengumpulkan jerami pascapanen untuk ditukar dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis (RO), atau digunakan sebagai bantuan biaya pemasangan sambungan baru Pamsimas. Sebelum ada program ini, jerami di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar karena tidak bernilai ekonomi—praktik yang memicu polusi udara dan mengganggu kesehatan.

Inovasi ini diganjar Rekor MURI sebagai Program Pemberdayaan Petani Pertama Melalui Tukar Jerami dengan Air. Pengakuan tersebut memperkuat posisi Karawang sebagai model pemberdayaan berbasis lingkungan yang bisa direplikasi di daerah lain.

Eco-Agro Santri: Pesantren Mandiri Pangan dan Energi

Di lingkungan pesantren, kolaborasi sejak 2024 melahirkan Eco-Agro Santri yang mengajarkan tiga pilar: Al-Qur'an, literasi digital, dan life skill farming. Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip, mengatakan program ini membekali santri dengan kepedulian lingkungan sekaligus kemandirian. "Manfaatnya dapat dirasakan oleh pesantren maupun masyarakat sekitar," katanya.

Hasilnya terlihat nyata. Agro Santri memproduksi sekitar 250 kilogram sayuran untuk kebutuhan konsumsi santri. Pesantren juga memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kegiatan keagamaan dan pertanian, serta mengolah limbah organik dapur menjadi biogas untuk memasak di kantin. "Ini menunjukkan pesantren bisa menjadi pusat pendidikan yang mendorong ketahanan pangan dan transisi energi," jelas Jaenal.

Dampak Ekonomi untuk Warga Sekitar

Penggerak lokal program, Endang Sutisna, menilai inisiatif ini membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui kegiatan produktif. "Program ini mendorong masyarakat lebih mandiri melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan energi terbarukan," ungkapnya. Selain Bank Jerami, program ini juga mengoperasikan Bank Sampah WISE dan Bank Sampah Pondok Pesantren, plus pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan media tanam.

Rombongan kunjungan juga meninjau pemberdayaan ekonomi melalui koperasi dan UMKM Dapur Sehat. Dengan pendekatan menyeluruh—dari hulu limbah hingga hilir produk bernilai jual—Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak harus selalu bergantung pada suntikan dana, melainkan pada perubahan cara pandang terhadap "sampah" menjadi sumber daya.

Bagi warga Desa Pasirtanjung, program ini bukan sekadar proyek korporasi. Ia adalah bukti bahwa jerami yang selama ini dianggap gangguan bisa menjadi tiket menuju air bersih dan pupuk gratis—sekaligus napas baru bagi ekonomi desa.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top