Debat Nama iPhone Lipat: iPhone Ultra atau iPhone Fold, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:57:31 WIB
Perdebatan nama iPhone lipat pertama Apple memanas menjelang ajang September, dengan analis meragukan label Ultra dan jurnalis Bloomberg menyebutnya nama internal.

KALIMANTAN UTARA — Perdebatan soal nama iPhone lipat pertama Apple kembali memanas menjelang ajang September. Selama berbulan-bulan, kalangan analis dan pengamat sepakat perangkat ini akan disebut iPhone Fold. Namun sejak musim semi lalu, nama iPhone Ultra mulai lebih sering disebut-sebut. Dua analis Creative Strategies, Max Weinbach dan Carolina Milanesi, justru meragukan nama tersebut, sementara jurnalis Bloomberg Mark Gurman punya pendapat berbeda.

Alasan Analis Meragukan Nama "Ultra"

Weinbach menulis di X bahwa label Ultra tidak masuk akal untuk perangkat ini. "Saya masih tidak percaya iPhone lipat akan disebut iPhone Ultra. Tidak masuk akal bagi saya mengingat branding Ultra lain yang dimiliki Apple. Itu tidak terlihat Ultra," tulisnya.

Ia menambahkan bahwa perangkat lipat ini akan "lebih rendah tetapi unik dibandingkan Pro, itu bukan produk Apple Ultra." Milanesi sependapat, menulis bahwa "sampai batas tertentu ini seperti Neo, kategori baru, dan nama Ultra akan menjadi deskriptor yang buruk untuk apa yang Anda beli."

Gurman dari Bloomberg membalas singkat: "Semua orang menyebutnya Ultra secara internal. Kita lihat saja nanti."

Spesifikasi yang Dikorbankan demi Desain Lipat

Berdasarkan laporan yang beredar, iPhone lipat ini akan kehilangan sejumlah fitur dibandingkan iPhone 18 Pro dan Pro Max. Kamera belakangnya hanya dual, tanpa lensa telefoto. Ini kemungkinan akibat desain yang lebih pendek dan gemuk dibandingkan iPhone Pro.

Menariknya, Samsung Galaxy Z Fold 8 juga hanya punya dua kamera belakang tanpa telefoto, dan tetap jadi model paling laris di jajaran Samsung. iPhone lipat juga disebut akan memakai Touch ID untuk membuka kunci, bukan Face ID seperti iPhone 18 Pro.

Bocoran lain menyebut perangkat ini tidak punya Action button, baterai lebih kecil dari iPhone 18 Pro, dan kemungkinan tanpa magnet MagSafe demi desain yang tipis.

Keunggulan yang Bisa Membenarkan Nama "Ultra"

Meski kalah fitur dari iPhone 18 Pro, iPhone lipat punya keunggulan yang tak dimiliki model lain. Layar utamanya disebut mencapai 7,8 inci saat terbuka — terbesar yang pernah ada di iPhone, mengalahkan 6,9 inci iPhone 18 Pro Max. Ukuran ini setara iPad mini di saku.

Layar besar itu mendukung multitasking layar terbagi dan aplikasi dengan tata letak dual-pane, meminjam elemen dari iPadOS meski tetap menjalankan iOS 27. Apple juga dikabarkan memakai engsel liquid metal untuk membuat layar bebas lipatan atau sangat mendekatinya — sesuatu yang akan diuji langsung dibandingkan layar Flex Titanium pada Galaxy Z Fold 8.

Saat tertutup, pengguna mendapat layar cover 5,5 inci yang cukup lebar untuk mengetik nyaman dan menjalankan semua aplikasi favorit.

Harga dan Posisi di Pasar

Soal harga, bocoran awal menyebut angka USD 2.000 hingga USD 2.500 — sekitar Rp 32 juta sampai Rp 40 juta dengan kurs Rp 16.000. Sebagai pembanding, Galaxy Z Fold 8 dibanderol USD 1.899 dan Fold 8 Ultra USD 2.099. Apple juga dikabarkan menaikkan harga iPhone 18 Pro dan Pro Max akibat kelangkaan komponen.

Dengan rentang harga segitu, nama "Ultra" terdengar pas di telinga — meski secara spesifikasi perangkat ini justru di bawah lini Pro. Keputusan akhir ada di tangan Apple, dan publik tinggal menunggu pengumuman resmi di ajang September mendatang.

Satu hal yang juga menarik untuk disimak: apa yang akan Apple lakukan dengan iPhone 20 tahun depan, yang kabarnya hadir dengan desain all-glass dan bezel nyaris nol. Jika iPhone lipat disebut Ultra, apakah iPhone 20 akan pakai nama berbeda? Kita tunggu saja.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top