Review Lenovo Legion Pro 32UD: Monitor OLED 4K 240Hz yang Hampir Sempurna, Tapi Redup

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:23:31 WIB
Monitor Lenovo Legion Pro 32UD-10 hadir dengan bodi putih bersih dan alas hexagonal yang ramping.

KALIMANTAN UTARA — Kami menghabiskan waktu bermain game Pragmata dan melakukan pengujian laboratorium untuk menilai klaim Lenovo tentang monitor gaming OLED terjangkau ini. Hasilnya, Legion Pro 32UD-10 adalah produk yang solid, tetapi ada satu kompromi signifikan yang harus Anda sadari sebelum menekan tombol checkout.

Desain Elegan yang Tidak Biasa untuk Monitor Gaming

Lenovo memilih jalur desain yang berbeda dari kebanyakan monitor gaming yang didominasi warna hitam dan aksen RGB. Legion Pro 32UD-10 tampil dengan bodi putih bersih dan alas hexagonal yang ramping, memberikan kesan premium yang cocok untuk setup kerja maupun gaming.

Kualitas build-nya terasa kokoh, dengan rentang penyesuaian ketinggian 5,3 inci dan kemiringan -5 hingga 22 derajat. Sayangnya, proses perakitan stan bukan pengalaman terbaik—kami sempat kesulitan mengencangkan baut hingga obeng yang disertakan patah. Ini mungkin insiden terisolasi, tapi cukup mengganggu untuk produk di kelas harga ini.

Kualitas Panel OLED: Warna Kaya, tapi Kecerahan Jadi Titik Lemah

Performa warna monitor ini luar biasa. Hasil pengujian menunjukkan cakupan sRGB 186,2% dan DCI-P3 131,9%, dengan akurasi warna Delta-E 0,35—angka yang sangat baik dan tidak akan terlihat perbedaannya oleh mata telanjang. Game seperti Pragmata terlihat hidup dengan neon dan detail yang tajam berkat resolusi 4K.

Masalah utamanya ada pada kecerahan. Dalam mode Standar, monitor ini hanya mencapai 193 nits—jauh di bawah Alienware AW3426DW yang mencapai 298 nits. Bahkan MSI MPG 321URXW yang kami anggap redup sebelumnya masih lebih terang dengan 235 nits. Mengaktifkan Game Mode membantu menaikkan kecerahan ke 243 nits, tapi masih belum cukup untuk ruangan terang.

Performa Gaming: Mulus dan Responsif

Dengan refresh rate 240Hz dan response time 0,03ms, pengalaman bermain game terasa sangat mulus. Dukungan AMD FreeSync Premium Pro bekerja efektif mencegah screen tearing, dan monitor ini juga kompatibel dengan Nvidia G-Sync meski tidak tercantum di situs resmi Lenovo.

Perlu dicatat, untuk memanfaatkan monitor ini secara maksimal di 4K 240Hz, Anda membutuhkan GPU kelas atas seperti RTX 5080 yang kami gunakan. Tanpa hardware yang mumpuni, Anda tidak akan merasakan keunggulan refresh rate tinggi ini.

Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Legion Pro 32UD-10

Berikut ringkasan penilaian kami setelah pengujian menyeluruh:

  • Kelebihan: Warna OLED yang kaya dan akurat, desain premium dengan warna putih yang menyegarkan, refresh rate 240Hz responsif, harga kompetitif untuk spesifikasi ini.
  • Kekurangan: Kecerahan di bawah rata-rata kelasnya, terutama di mode Standar, proses perakitan stan yang merepotkan, mode HDR Windows yang membuat tampilan makin redup di luar konten HDR.

Verdict: Untuk Siapa Monitor Ini Layak Dibeli?

Lenovo Legion Pro 32UD-10 adalah pilihan tepat jika Anda mencari monitor OLED 4K standar (non-curved) dengan harga terjangkau dan tidak keberatan bermain di ruangan dengan pencahayaan minim. Kualitas gambarnya tetap memukau untuk game bergenre horor atau atmosferik yang mengandalkan kontras tinggi.

Namun, jika Anda menginginkan kecerahan lebih baik dan tidak masalah dengan layar melengkung, Alienware AW3426DW yang lebih murah (USD 799) menawarkan nilai lebih baik. Untuk pengguna yang sensitif terhadap kecerahan atau sering bermain di siang hari, monitor ini sebaiknya dipertimbangkan ulang—meski untuk urusan warna dan kecepatan, Legion Pro 32UD-10 hampir tidak terkalahkan di kelasnya.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top