Pencarian

60 Kelompok MPA di Kalimantan Utara Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla, 18 Regu Brigdal Disiagakan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:18:31 WIB
60 Kelompok MPA di Kalimantan Utara Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla, 18 Regu Brigdal Disiagakan
kelompok Masyarakat Peduli Api di Kalimantan Utara disiagakan untuk deteksi dini dan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan.

TANJUNG SELOR — Puluhan kelompok warga di Kalimantan Utara (Kaltara) kini menjadi ujung tombak pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka adalah anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di lima kabupaten/kota.

Kabid Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltara, Maryanto, menyebut peran MPA krusial untuk mendeteksi titik api sejak dini. Informasi dari lapangan kemudian diteruskan ke KPH untuk ditindaklanjuti.

"Kita dibantu sama MPA yang kita bentuk. Mereka yang melakukan deteksi dan penanganan dini serta menyampaikan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)," ujar Maryanto di Tanjung Selor, Rabu.

Sebaran 60 Kelompok MPA: Terbanyak di Malinau

Jumlah kelompok MPA yang tersebar mencapai 60 kelompok. Kabupaten Malinau menjadi wilayah dengan MPA terbanyak, yakni 21 kelompok. Disusul Kabupaten Tana Tidung dengan 14 kelompok, Kabupaten Nunukan 11 kelompok, Kabupaten Bulungan 10 kelompok, dan Kota Tarakan empat kelompok.

Setiap kelompok dibekali peralatan pemadam sederhana untuk penanganan awal. "Mereka kita bekali alat-alat pemadam sederhana seperti jet shooter (alat pompa punggung manual), kemudian cangkul, sekop, parang dan peralatan lainnya," kata Maryanto.

Anggaran Terbatas, Pengadaan Pompa Mini Tertunda

Penguatan berbasis masyarakat ini menjadi prioritas lantaran rencana pengadaan mesin pompa mini pada 2026 belum bisa direalisasikan. Dishut Kaltara sebenarnya telah merencanakan pengadaan alat tersebut untuk ditempatkan di daerah rawan karhutla, namun terkendala keterbatasan anggaran.

Kondisi ini mengkhawatirkan lantaran dalam beberapa waktu terakhir kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dengan luasan lahan terbakar bervariasi, mulai dari lima hingga 20 hektare. "Yang belakangan ini kita lakukan pemadaman ada di Tarakan, Bulungan, Tana Tidung dan juga di Malinau," sebutnya.

Kesiapsiagaan 18 Regu Brigdal Karhutla

Selain MPA, Dishut Kaltara menyiagakan personel Brigdal Karhutla. Setiap KPH memiliki tiga regu, masing-masing berisi 15 orang. Kantor Dishut Kaltara juga memiliki tiga regu khusus yang siap diterjunkan ke lapangan kapan saja.

"Setiap KPH ada tiga regu, satu regu 15 orang dan dinas sendiri ada tiga regu. Jadi total ada 18 regu yang siap memang turun ke lapangan," kata Maryanto.

Dukungan operasional berupa sembilan kendaraan roda enam water suplay, 10 kendaraan roda empat slip on, lima mobil personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla), serta dua speedboat disiapkan.

Peralatan lain yang dimiliki meliputi 10 unit mesin pompa pemadam portable, empat unit pompa apung, 30 unit jet shooter, 115 unit selang pemadam, dan 48 set alat pelindung diri.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Percepat Sebaran Api

Kesiapsiagaan ini dinilai mendesak karena cuaca di Kaltara beberapa hari terakhir cenderung panas, disertai angin cukup kencang dan minim hujan. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat penyebaran api, terutama jika ada pembakaran lahan untuk pertanian atau perkebunan.

Dishut Kaltara bersama KPH dan MPA gencar menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan selama cuaca masih kering. "Kita melalui teman-teman KPH dan juga MPA terus memberikan imbauan agar sementara tidak membakar lahan untuk membuka kebun atau pertanian karena kondisi tidak pernah hujan," tutup Maryanto.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritaborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks