11.752 Pekerja Terserap di Sektor Industri Mikro dan Kecil Kaltara, 60 Persennya Perempuan

Penulis: Edi Wahyono  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:21:01 WIB
Enam ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan pekerja perempuan tercatat mendominasi sektor industri mikro dan kecil di Kalimantan Utara pada 2024.

BULUNGAN — Sektor industri mikro dan kecil di Kalimantan Utara (Kaltara) terbukti menjadi salah satu penyangga utama perekonomian daerah. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja, dengan proporsi pekerja perempuan yang jauh lebih besar dibandingkan laki-laki.

Dari total 11.752 pekerja yang tercatat dalam Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) Tahun 2024, sebanyak 6.999 orang di antaranya adalah perempuan. Sisanya, 4.753 orang, merupakan pekerja laki-laki. Fakta ini menegaskan bahwa usaha mikro dan kecil menjadi ruang ekonomi yang signifikan bagi kaum perempuan di daerah.

Perempuan Jadi Tulang Punggung Industri Rumahan

Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengungkapkan bahwa dominasi pekerja perempuan ini bukan tanpa alasan. Banyaknya industri rumah tangga dan usaha skala kecil yang dikelola dari rumah membuat perempuan memiliki fleksibilitas untuk bekerja sambil mengurus keluarga.

“Pekerja perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini menunjukkan peran penting perempuan dalam mendukung usaha IMK di Kalimantan Utara,” kata Mustaqim, Selasa (25/8/2026).

Keberadaan sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga secara langsung membuka peluang kerja di berbagai wilayah Kaltara, dari perkotaan hingga pelosok desa.

Didominasi Lulusan SMA, Ini Peluang Peningkatan SDM

Jika ditelisik dari latar belakang pendidikan, mayoritas pekerja IMK di Kaltara adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan persentase mencapai 37,94 persen. Kelompok ini menjadi tulang punggung utama operasional usaha mikro di daerah.

Urutan berikutnya diisi oleh pekerja dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) sebesar 21,50 persen, disusul lulusan SMP yang mencapai 19,27 persen. Sementara itu, pekerja yang tidak tamat SD tercatat sebesar 14,13 persen, dan hanya 7,14 persen pekerja yang berhasil menamatkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Komposisi tersebut menunjukkan sektor IMK masih menjadi ruang kerja yang terbuka lebar bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah hingga dasar. Namun, rendahnya proporsi pekerja dengan latar belakang sarjana juga menjadi catatan tersendiri.

“Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan pekerja penting untuk mendorong produktivitas serta daya saing usaha industri mikro dan kecil,” ujarnya.

Potensi Pengembangan dan Harapan bagi Pemerintah

BPS Kaltara menilai perkembangan IMK merupakan salah satu indikator penting dalam membaca aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai belasan ribu orang, sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Fokus pengembangan ke depan tidak hanya pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga pada kualitas tenaga kerja. Dengan hampir 7 ribu pekerja perempuan yang terlibat, kelompok ini menjadi kekuatan strategis yang menopang aktivitas usaha mikro dan kecil di Bumi Benuanta.

Data IMK ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengembangan usaha, program peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top