Pencarian

33 Titik Panas Terpantau di Bulungan, Malinau, dan Tarakan, Kabut Asap Turunkan Jarak Pandang di Kaltara

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:39:31 WIB
33 Titik Panas Terpantau di Bulungan, Malinau, dan Tarakan, Kabut Asap Turunkan Jarak Pandang di Kaltara
Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Utara hingga jarak pandang turun menjadi 3–4 kilometer, Jumat (21/8/2026).

BULUNGAN — Jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) menyusut drastis menjadi 3–4 kilometer akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut, Jumat (21/8/2026). Fenomena ini terjadi di tengah terdeteksinya puluhan titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih aktif di tiga kabupaten/kota.

Berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua, Suomi National Polar-orbiting Partnership (S-NPP), dan National Oceanic and Atmospheric Administration-20 (NOAA-20), BMKG mencatat sebanyak 33 titik panas dengan kategori sedang. Sebarannya terkonsentrasi di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Kota Tarakan.

Sebaran Titik Panas dan Dampaknya bagi Penerbangan

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Dewi Paramitha, menyebut titik panas masih terdeteksi di sejumlah kecamatan. Di Kabupaten Bulungan, titik api antara lain terpantau di Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, dan Peso Hilir.

"Masih tercatat titik panas di beberapa wilayah di Kaltara hari ini seperti di wilayah Tarakan, Malinau dan di Bulungan ada di Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur serta di Peso Hilir," ujar Dewi Paramitha, Jumat (21/8/2026).

Dampak kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga membahayakan keselamatan penerbangan. "Untuk jarak pandang saat ini 3-4 meter yang mana untuk penerbangan khususnya pesawat besar tidak direkomendasikan," katanya.

Potensi Titik Api Bertambah di Akhir Pekan

BMKG memperkirakan potensi bertambahnya titik panas masih terbuka lebar. Prakiraan cuaca pada 22–23 Agustus 2026 menunjukkan sebagian wilayah Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Malinau umumnya cerah hingga cerah berawan—kondisi yang memicu meluasnya kebakaran.

Meski demikian, peluang hujan masih ada di beberapa wilayah Tana Tidung dan Malinau. "Untuk wilayah Tana Tidung dan Malinau berpotensi hujan ringan dan hujan disertai petir pada malam dan juga dini hari di beberapa wilayah," jelas Dewi.

Gubernur Kaltara Larang Pembakaran Lahan

Di tengah meningkatnya risiko karhutla akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan dan fenomena El Nino, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah menggerakkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kehutanan (Dishut) untuk melakukan sosialisasi sekaligus penanganan di lapangan.

"Kita berikan imbauan kepada masyarakat tentunya melalui dinas terkait, terutama BPBD dan Dinas Kehutanan," ujar Zainal di Tanjung Selor.

Zainal menegaskan larangan pembakaran lahan karena dampaknya dinilai sangat luas. "Kita imbau untuk tidak membakar-bakar lagi. Karena ini sangat berbahaya dan akan berdampak luas, terutama habisnya lahan-lahan hutan kita, kemudian juga kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran ini akan merusak udara di sini," katanya.

BPBD dan Dishut Disiagakan di Lapangan

BPBD dan Dishut Kaltara telah diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk melakukan pemadaman serta mencegah kebakaran meluas. "Jadi kita melalui dua dinas ini memberikan pemahaman dan imbauan kepada masyarakat untuk hati-hati terkait potensi bahaya kebakaran di saat cuaca panas seperti sekarang," kata Zainal.

Dengan puluhan titik panas yang masih terdeteksi dan cuaca yang didominasi cerah, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan. Pencegahan pembakaran lahan dan respons cepat di titik kebakaran menjadi kunci untuk menekan meluasnya kabut asap serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas transportasi udara.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritaborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks