NasDem Kaltara Targetkan Fraksi Sendiri di DPRD pada Pemilu 2029, Saan Mustopa Sebut Syarat Mutlak Perjuangan Partai

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:46:01 WIB
Ratusan kader Partai NasDem se-Kaltara mengikuti konsolidasi di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (28/8/2026), untuk menyiapkan strategi menuju Pemilu 2029.

TARAKAN — Ratusan kader Partai NasDem se-Kaltara berkumpul dalam konsolidasi di Hotel Tarakan Plaza pada Jumat (28/8/2026) untuk menerima instruksi strategis menuju Pemilu 2029. Target utamanya jelas: mengamankan fraksi mandiri di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, sebuah lompatan dari posisi partai yang selama ini bergabung dalam fraksi gabungan.

Saan Mustopa, yang hadir langsung memimpin konsolidasi, menyebut target ini bukan sekadar soal gengsi politik. Menurutnya, fraksi penuh adalah prasyarat agar partai bisa bergerak efisien dan independen dalam memperjuangkan kebijakan di parlemen.

Alasan NasDem Tak Bisa Terus Bergantung pada Koalisi Fraksi

Keberadaan dalam fraksi gabungan dinilai Saan kerap memaksa NasDem melalui proses negosiasi panjang hanya untuk menentukan satu sikap politik. Kondisi ini dinilai menghambat respons partai terhadap dinamika pembangunan di Kaltara yang bergerak cepat.

"Kalau kita punya fraksi sendiri, NasDem bisa langsung mengambil keputusan penuh. Kita menentukan arah dan langkah politik secara mandiri tanpa harus menunggu atau tergantung pada dinamika partai lain," ujar Saan di hadapan jajaran pengurus DPW dan DPD se-Kaltara.

Kemandirian ini disebut krusial untuk merespons percepatan proyek strategis, pengawasan anggaran publik, hingga pengawalan aspirasi masyarakat di tingkat tapak. Semua itu membutuhkan sikap politik yang cepat dan presisi, sesuatu yang sulit dicapai jika harus melalui kompromi lintas partai.

Empat Target Strategis di Balik Target Fraksi Utuh

Saan merangkum setidaknya empat alasan mendasar mengapa fraksi mandiri menjadi harga mati pada Pemilu 2029. Keempatnya menjadi garis perjuangan bagi seluruh kader hingga tingkat ranting.

Pertama, menghilangkan barikade birokrasi antar-partai di parlemen lokal. Dengan fraksi sendiri, setiap pandangan umum yang disampaikan murni merepresentasikan visi dasar NasDem tanpa intervensi kepentingan politik lain.

Kedua, memastikan fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan eksekutif Kaltara, khususnya sektor infrastruktur dan ekonomi daerah, berjalan kritis. Pengawasan tidak lagi tersandera oleh kepentingan koalisi fraksi yang bisa meredam suara partai.

Ketiga, memperkuat posisi tawar partai dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) maupun penganggaran APBD di seluruh kabupaten/kota. Posisi tawar yang kuat ini dinilai penting agar usulan NasDem tidak mudah digugurkan dalam mekanisme parlemen.

Keempat, membangun basis dukungan yang kokoh di tingkat lokal. Target ini menjadi bahan bakar utama untuk merebut kembali satu kursi DPR RI Dapil Kaltara yang sempat terlepas pada Pemilu 2024.

Instruksi ke Kader: Adopsi Cara Pandang Petarung

Mewujudkan lompatan dari fraksi gabungan menuju fraksi mandiri bukan perkara mudah. Saan mengakui kompetisi politik menuju 2029 akan semakin ketat, namun ia meminta seluruh struktur partai tidak berkecil hati.

"Sulit itu bukan berarti mustahil. Kata sulit adalah tanda bahwa kita harus bekerja lebih keras, memiliki daya juang yang lebih kuat, dan berkorban lebih banyak dibanding sebelumnya," tegas Saan.

Ia menutup pengarahannya dengan instruksi tegas agar seluruh kader segera memanaskan mesin partai dari sekarang. Konsolidasi basis massa di desa-desa harus dimulai, menjadikan target fraksi mandiri ini sebagai komitmen bersama untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kaltara.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top