Pencarian

Kabut Asap di Tarakan Makin Tebal, Bandara Juwata Dialihkan ke Balikpapan, Super Air Jet dan Batik Air Terdampak

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:32:03 WIB
Kabut Asap di Tarakan Makin Tebal, Bandara Juwata Dialihkan ke Balikpapan, Super Air Jet dan Batik Air Terdampak
Kabut asap tebal menyelimuti area Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, pada Senin (31/8/2026) siang.

TARAKAN — Gangguan penerbangan di Bandara Juwata Tarakan terjadi saat kabut asap semakin pekat pada Senin (31/8/2026) siang. Super Air Jet IU 535 rute Balikpapan-Tarakan dan Batik Air ID 6675 rute Jakarta-Tarakan memutuskan mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan setelah sempat berputar-putar di udara menunggu kondisi membaik. Keputusan ini diambil setelah jarak pandang di landasan pacu jatuh ke kisaran 500 meter pada pukul 14.30 Wita.

Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, menyebut jarak pandang minimum untuk pendaratan instrumen di bandara tersebut adalah 2.500 meter. Pada pukul 14.00 Wita, visibilitas masih tercatat 1 kilometer, namun memburuk hanya dalam 30 menit kemudian.

“Keputusan untuk melakukan pendaratan maupun take off itu ada di pilot decision atau di tangan pilot,” kata Fahruddin.

Penumpang Terkatung-katung di Balikpapan dan Tarakan

Super Air Jet IU 535 sempat melakukan holding selama sekitar 25 menit sebelum akhirnya kembali ke Balikpapan. Salah seorang penumpang, Ade Prasetia Cahyadi, mengaku pesawat yang ditumpanginya seharusnya tiba di Tarakan sekitar pukul 12.50 Wita, tetapi gagal mendarat.

“Penerbangan kami siang ini harus tertunda karena kabut asap. Seharusnya sampai di Bandara Juwata Tarakan sekitar pukul 12.50. Tapi karena cuaca buruk untuk pendaratan dan ada asap tebal, kami harus kembali,” kata Ade.

Situasi serupa dialami calon penumpang di terminal keberangkatan Bandara Juwata. Pian, calon penumpang Batik Air, mengaku belum mendapat informasi resmi soal jadwal terbangnya. “Belum ada lagi tepat kepastian. Harapannya bisa hari ini terbang. Mau malam juga ya mungkin bisa,” ujarnya.

Karhutla di Kalimantan Timur dan Utara Jadi Biang Keruh

Kabut asap yang menyelimuti Tarakan bukan fenomena baru. Kondisi ini telah berlangsung sejak 10 Agustus 2026. BMKG Juwata Tarakan memperkirakan asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Berau, Kalimantan Timur, serta Tanjung Palas, Kalimantan Utara. Angin dari arah selatan membawa asap tersebut ke utara.

Pihak bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Tarakan dan Stasiun Meteorologi Juwata untuk memantau perkembangan. Jarak pandang sempat membaik menjadi 1 kilometer sekitar pukul 16.00 Wita, tetapi angka itu masih jauh dari batas aman 2.500 meter.

Fahruddin berharap kondisi ini segera pulih agar jadwal penerbangan dari dan menuju Tarakan kembali normal. “Kami berharap kabut asap cepat hilang sehingga penumpang tidak kembali mengalami penundaan perjalanan,” pungkasnya.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: swaraborneo.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks