KALIMANTAN UTARA — Pertandingan berdurasi 43 menit itu menyajikan drama menegangkan, terutama di gim kedua. Sempat tertinggal jauh 16-19, Jonatan bangkit dan merebut lima poin beruntun untuk memastikan kemenangan langsung dua gim.
Jonatan tampil terseok-seok di awal gim kedua. Tunggal putra ranking 27 dunia itu melesat dengan keunggulan 4-0 dan 7-2. Namun, jebolan PB Tangkas ini perlahan menemukan ritme permainan. Ia sukses menyamakan kedudukan 9-9, lalu berbalik unggul 11-10 di interval.
Kejar-kejaran angka terjadi pasca-istirahat. Jonatan sempat menjauh dengan keunggulan 13-10, tetapi Leong Jun Hao merespons dengan agresif dan berbalik memimpin 16-14. Bahkan, wakil Malaysia itu sudah berada di ambang kemenangan gim kedua saat unggul 19-16.
Ketertinggalan tiga poin tak membuat Jonatan panik. Ia mencetak tiga angka beruntun untuk menyamakan skor menjadi 19-19. Tekanan justru berpindah ke Leong yang melakukan kesalahan sendiri. Jonatan menambah satu poin penting untuk mencapai match point, sebelum mengonversinya menjadi kemenangan 21-19.
Di gim pembuka, Jonatan sempat tertinggal 0-1, tetapi cepat mengambil alih kendali permainan. Ia masuk ke interval dengan keunggulan 11-7. Setelah jeda, keunggulannya melebar menjadi 14-7. Leong sempat memperkecil jarak, namun pertahanan Jonatan yang solid mengamankan gim pertama dengan skor 21-17.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan status Jonatan sebagai harapan tunggal Indonesia di sektor tunggal putra. Ia menjadi wakil satu-satunya setelah rekan-rekannya tersingkir atau tidak tampil di Shenzhen. Sementara itu, tiga wakil ganda putra Indonesia yang bertanding di hari yang sama adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Langkah Jonatan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil undian babak kedua.