Misi Dagang Jatim-Kaltara di Tarakan, Khofifah Dorong Ekspor Sarang Burung Walet Tembus Pasar Hong Kong hingga Korea Selatan

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:46:01 WIB
Khofifah mendorong optimalisasi ekspor sarang burung walet Kaltara ke Hong Kong dan Korea Selatan dalam Misi Dagang Jatim-Kaltara di Tarakan.

TARAKAN — Potensi sarang burung walet asal Kalimantan Utara (Kaltara) disebut-sebut masih jauh dari optimal. Hal ini mengemuka dalam gelaran Misi Dagang dan Kerja Sama Antardaerah antara Provinsi Jatim dan Provinsi Kaltara yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9/26).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengaku belum melihat adanya transaksi nyata untuk komoditas unggulan tersebut. Padahal, Kaltara kerap dijuluki sebagai gudangnya sarang burung walet.

"Pak Ketua DPRD Jatim baru saja menyampaikan bahwa untuk sarang burung walet, Kaltara ini gudangnya. Tapi saya belum melihat ada transaksi sarang burung walet," ujarnya di hadapan para pelaku usaha.

Pengalaman Jatim Tembus Transaksi Rp 2 Triliun

Khofifah lantas berbagi pengalaman sukses Jatim yang berhasil menembus pasar internasional untuk komoditas serupa. Menurutnya, penetrasi pasar yang agresif menjadi kunci membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau.

"Dulu susahnya kita memasukkan produk sarang burung walet. Tapi bahwa dua bulan lalu kita bisa memasukkan dalam transaksi yang cukup prestisius menurut saya, karena hampir dari nol kemudian tembus di atas Rp2 triliun," ungkapnya.

Dia menambahkan, negara tujuan ekspor saat ini tidak hanya Hong Kong. Pasar baru seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT) hingga Korea Selatan disebutnya kian terbuka lebar.

Catatan untuk Trader dan Buyer Jatim

Khofifah meminta agar potensi yang ada di Kaltara ini segera ditindaklanjuti, khususnya oleh para pengusaha yang hadir dalam misi dagang tersebut. Dia berharap ada langkah konkret setelah forum ini usai.

"Apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi catatan penting baik trader dan buyer yang dari Jawa Timur untuk bisa melakukan langkah tindak lanjut dari potensi sarang burung walet yang ada di Kaltara ini," tegas Khofifah.

Dia mencontohkan keberhasilan Misi Dagang Jatim di Gorontalo. Sebuah jenis ikan yang selama ini diimpor pengusaha Jatim dari Cina ternyata asal muasalnya dibeli dari Gorontalo. Hal serupa juga terjadi pada komoditas batok arang kelapa cair yang banyak dibutuhkan Hong Kong, namun justru diproduksi besar di Lampung, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Perkuat Jejaring dan Peran Logistik Surabaya

Khofifah menilai forum ini menjadi ajang saling menemukenali potensi daerah agar produk Kaltara bisa menemukan jejaring yang lebih luas. Sinergi ini dinilai penting untuk mengerek perekonomian kedua provinsi.

"Bahasa kami, kita tumbuh bersama, kita berkembang bersama, kita maju bersama, dan insya Allah kita sejahtera bersama," pungkasnya.

Untuk mendukung kelancaran arus barang ekspor dari mitra daerah, Jatim disebutnya terus memperkuat peran sebagai gerbang logistik Nusantara. Dari total 41 kapal jalur Tol Laut, sebanyak 24 kapal di antaranya beroperasi melalui Surabaya, menjadikannya jalur keluar ekspor yang dinilai paling efisien.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top