BULUNGAN — Tembusan pasar ASEAN mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kalimantan Utara. Dalam helatan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 di Kebun Raya Bundayati, Bulungan, tercatat transaksi business matching ekspor mencapai Rp2,95 miliar yang melibatkan sembilan UMKM unggulan daerah.
Minat datang dari pembeli di tiga negara tetangga sekaligus: Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari wastra batik khas Benuanta hingga komoditas kopi lokal yang tengah naik pamor.
30 UMKM Digembleng Onboarding Digital dan AI
Di balik tembusnya pasar internasional, terdapat program inkubasi yang menyasar 30 UMKM lokal. Mereka dibekali pelatihan onboarding digital, termasuk pemanfaatan platform digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat strategi pemasaran.
Langkah ini menjadi kunci transformasi dari metode konvensional menuju daya saing global. “KKB bukan sekadar pameran atau promosi produk biasa, melainkan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan karya Kaltara ke panggung yang lebih luas,” tegas Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.
Dua Batik Kaltara Lolos Kurasi Wastra Nasional
Kualitas produk asal Bumi Benuanta juga diakui di tingkat nasional. Batik Yogus dari Bulungan dan Batik Busak Uwe dari Malinau berhasil lolos kurasi inovasi wastra nasional. Kedua jenama ini resmi mewakili Kaltara di ajang Karya Kreatif Indonesia 2026.
Prestasi serupa datang dari talenta muda. Lismawati, pelajar SMKN 1 Bulungan, meraih Juara II Kompetisi Modest Fashion Design kategori pelajar pada FESyar Kawasan Timur Indonesia 2026.
Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen, Inflasi Terjaga
Gelaran yang memasuki tahun ketujuh ini diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara bersama Pemprov Kaltara. Sebanyak 140 UMKM turut meramaikan ajang yang juga menghadirkan pameran pertanian, layanan pembiayaan, hingga pelatihan literasi keuangan dan Fashion Design Class.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengapresiasi ketangguhan ekonomi Kaltara yang tumbuh 4,96% (yoy) pada Triwulan II 2026. Inflasi daerah pun terjaga rendah di angka 2,00% (yoy). Penguatan sektor riil berbasis digital dan ekspor ini diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.