KALIMANTAN UTARA — Pasangan ganda campuran Indonesia itu menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Media Day Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (10/9). Bagi Amri, angka Rp3 miliar memang menggiurkan, tetapi ada yang lebih penting dari sekadar hadiah.
Amri menilai bonus adalah konsekuensi dari hasil di lapangan. Ia tidak ingin urusan hadiah mengaburkan target sesungguhnya di Asian Games 2026.
"Tentu ada perasaan senang dan termotivasi, tetapi itu bukanlah tujuan utama," ujar Amri.
Ia menambahkan, fokusnya dan Nita saat ini tertuju pada persiapan agar bisa tampil maksimal. Bonus, katanya, akan mengikuti dengan sendirinya jika prestasi berhasil diraih.
"Itu kan buah yang didapat setelah usaha yang kami tunjukkan di lapangan. Jadi, fokus utama kami saat ini adalah menampilkan performa terbaik agar bisa menorehkan prestasi serta meraih medali di ajang Asian Games ini," ujarnya.
Posisi Amri/Nita di pelatnas ganda campuran tergolong unik. Mereka satu-satunya pasangan yang dibentuk dari sektor ganda campuran murni, sementara pasangan lain merupakan kombinasi pemain ganda putra dan ganda putri.
Kondisi itu membuat Asian Games 2026 menjadi kesempatan yang tidak datang dua kali. Amri menyadari betul hal tersebut.
"Ini kesempatan berharga buat kami, karena tidak semua pasangan ganda bisa dapat kesempatan ini. Apalagi di sektor ganda campuran, yang murni hanya kami saja, sementara yang lain dari ganda putri dan ganda putra. Jadi, kesempatan ini bakal kami maksimalkan dengan baik," kata Amri.
Amri menyebut persiapan bersama tim pelatih berjalan intensif. Program latihan padat dijalani, tetapi bukan hanya soal fisik.
Komunikasi antara pelatih dan atlet serta suasana latihan dinilai sama pentingnya. Menurut Amri, dua hal itu menjadi bagian krusial dalam membangun kesiapan jelang turnamen besar.
Seluruh proses tersebut diharapkan berbuah hasil positif di Aichi-Nagoya nanti.
"Semoga saja kami bisa membawa pulang medali, soal bonus itu urusan nanti dan pasti menyusul," ucapnya.