JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat upaya membuka akses jalan menuju kawasan Apau Kayan melalui koordinasi dengan PT Tujuan Mulia Makmur (TMM). Langkah ini dibahas Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala bersama Direktur PT TMM, Mr Tiger Chen, di Kantor Pusat PT TMM, SCBD Treasury Tower, Jakarta Selatan, Jumat (11/9).
Ingkong menyampaikan salam dari Gubernur Kaltara, Dr H Zainal A Paliwang, yang belum dapat hadir karena agenda kedinasan lainnya.
Dari sisi utara, pembangunan jalan paralel nasional Malinau–Langap–Long Kemuat–Pujungan–Data Dian–Long Nawang sepanjang sekitar 459,18 kilometer masih belum sepenuhnya selesai. Titik yang menjadi perhatian adalah ruas Long Kemuat–Pujungan sepanjang sekitar 25 kilometer yang belum terbangun.
Sementara dari sisi selatan, akses menuju Apau Kayan masih mengandalkan jalur melalui PT Sumalindo dan Long Bagun. Ada pula rencana pembangunan jalan paralel nasional Long Pahangai–Sungai Boh sepanjang sekitar 90 kilometer.
Untuk mempercepat konektivitas, Pemprov Kaltara mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan ruas Long Pahangai–Sungai Boh sesuai Permen PUPR Nomor 817/KPTS/M/2024. Pemprov juga mengusulkan ruas jalan Km 122 hingga Km 147 dari perbatasan Kalimantan Timur–Kaltara agar masuk dalam jaringan jalan provinsi.
Dengan masuknya ruas tersebut ke jaringan jalan provinsi, pemeliharaan dapat didukung melalui APBD sesuai kewenangan yang berlaku selama menunggu penanganan jalan nasional.
Pemprov Kaltara membuka peluang kerja sama dengan PT TMM untuk mendukung pemeliharaan ruas Km 122–147. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran akses masyarakat dan distribusi logistik menuju kawasan Apau Kayan.
"Penyelesaian infrastruktur dasar di wilayah 3T merupakan komitmen Pemprov Kaltara agar pembangunan bisa dirasakan secara adil oleh masyarakat," kata Ingkong.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menghasilkan solusi yang mendukung konektivitas masyarakat perbatasan.
"Yang terpenting, akses masyarakat tetap terjaga dan pembangunan di wilayah perbatasan bisa terus berjalan," pungkasnya.