iPhone 18 Pro Bawa Kamera Aperture Variabel, Ini Penjelasan Apple

Penulis: Edi Wahyono  •  Minggu, 13 September 2026 | 17:52:01 WIB
CEO Apple John Ternus menjelaskan teknologi aperture variabel pada iPhone 18 Pro dalam wawancara dengan Tom's Guide dan TechRadar.

KALIMANTAN UTARA — Apple menempatkan aperture variabel sebagai pembeda utama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dari model lain di lini iPhone 18. Fitur ini tidak tersedia di iPhone Duo, perangkat foldable yang juga dirilis bersamaan. Selain tidak mendapat kamera utama aperture variabel, iPhone Duo juga tidak dibekali lensa telephoto zoom yang ada di kedua model Pro tersebut.

CEO Apple John Ternus menjelaskan cara kerja teknologi ini dalam wawancara dengan Tom's Guide dan TechRadar. Mekanismenya mengandalkan bilah logam mungil yang bergerak di dalam lensa.

"Variable aperture is an amazing technology," ujar Ternus. "We have these tiny little blades. There's six of them in there, and they can open and contract. And when you open the aperture, you let in more light, so you end up with better low-light photography."

Empat Tingkat Bukaan untuk Kondisi Berbeda

Kamera di iPhone 18 Pro dan Pro Max punya empat pilihan aperture yang bisa dipilih otomatis oleh sistem: f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0. Masing-masing menghasilkan karakter foto yang berbeda.

Saat memotret portrait, kamera bisa memilih f/1.48 yang membuka bilah paling lebar. Bukaan ini memasukkan cahaya sebanyak mungkin sekaligus menciptakan efek background blur atau bokeh.

Untuk foto grup keluarga, sistem bisa beralih ke f/4.0. Di setting ini, bilah menutup rapat hingga menghasilkan depth of field maksimal, sehingga orang di barisan depan dan belakang sama-sama tajam.

"When you're taking a group shot, the ability to make sure that the person in front is in focus and the person in back is in focus is really powerful," kata Ternus.

Pro Controls untuk Fotografer Serius

iPhone 18 Pro dan Pro Max juga menghadirkan Pro controls untuk pertama kalinya. Fitur ini membebaskan pengguna memilih sendiri salah satu dari empat setting aperture secara manual, tanpa bergantung pada keputusan otomatis kamera.

Bayangkan memotret di klub malam yang redup. Pengguna bisa memfokuskan kamera ke gelas minuman di depan meja dengan efek blur lewat f/1.48, atau menajamkan orang di seberang meja sekaligus gelasnya dengan f/4.0. Setting f/2.8 atau f/4.0 juga bisa dipakai untuk menonjolkan sumber cahaya titik dan menciptakan efek stardust pada hasil akhir.

Selain aperture, Pro controls mencakup pengaturan shutter speed dan white balance. Jenis kontrol ini sebelumnya hanya bisa diakses lewat aplikasi pihak ketiga seperti Halide.

"We have these pro controls now where someone who really understands photography and really loves photography, they can get in there and manually adjust the aperture and the shutter speed, even the focus — all of these things that our real pro photographers love," ujar Ternus.

Dua Cara Pakai dalam Satu Kamera

Pendekatan Apple di sini sengaja dibuat fleksibel. Pengguna yang tidak ingin repot bisa membiarkan kamera memilih aperture sendiri, sementara yang paham fotografi bisa masuk lebih dalam ke pengaturan manual.

"It's kind of the best of both worlds. You can choose not to think about it, or you can go really deep into it," kata Ternus.

Klaim Ternus soal hasil low-light yang lebih baik dan kontrol kreatif baru masih menunggu pembuktian. Tom's Guide menyebut ulasan lengkap iPhone 18 Pro dan Pro Max akan segera terbit, lengkap dengan sejumlah foto hasil uji kamera aperture variabel.

Bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera, dua model Pro ini jadi opsi paling masuk akal di lini iPhone 18. Sementara iPhone Duo lebih menyasar pengguna yang menginginkan faktor bentuk foldable ketimbang kemampuan fotografi maksimal.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top