KALIMANTAN UTARA — Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang menempatkan aset raksasa makanan Nestle di bawah manajemen sementara, pengambilalihan perusahaan asing terbesar di Rusia sejak 2024. Langkah ini menambah daftar panjang perusahaan Barat yang kehilangan kendali atas operasi mereka di negara tersebut pasca invasi Ukraina.
Dekrit tersebut menunjuk AO LEV Menedzhment sebagai pengelola sementara aset Nestle. Pola serupa sebelumnya sering diikuti dengan pengalihan aset kepada pembeli lokal yang memiliki kedekatan dengan Kremlin. Nestle menyatakan tengah mengambil langkah hukum untuk melindungi haknya.
Bloomberg melaporkan pada Jumat (18/9/2026) bahwa ini merupakan pengambilalihan aset perusahaan asing terbesar sejak 2024. Sebelumnya, Moskow juga menerapkan skema serupa terhadap sejumlah perusahaan energi dan keuangan asing yang memutuskan hengkang dari Rusia.
Manajemen Nestle menyatakan tidak akan tinggal diam. Perusahaan asal Swiss itu berkomitmen mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya.
"Nestle berkomitmen untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya dan memastikan keberlangsungan operasional bisnis demi kepentingan semua pemangku kepentingan, khususnya para karyawannya," kata Nestle dalam sebuah pernyataan resmi.
Langkah Putin ini menambah ketidakpastian bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang masih beroperasi di Rusia. Sejumlah perusahaan memilih bertahan dengan harapan situasi geopolitik membaik, namun risiko kehilangan aset secara sepihak semakin nyata.
Bagi investor global, pengambilalihan paksa ini menjadi sinyal bahwa risiko politik di Rusia masih tinggi. Perusahaan yang memiliki eksposur di sana harus mengevaluasi ulang strategi mereka, terutama terkait perlindungan aset dan kepatuhan terhadap sanksi internasional.
Nestle sendiri memiliki beberapa fasilitas produksi di Rusia, termasuk pabrik makanan dan minuman. Operasi tersebut mempekerjakan ribuan karyawan lokal yang kini berada dalam ketidakpastian menyusul dekrit tersebut.
Pemerintah Rusia belum memberikan keterangan resmi terkait langkah lanjutan setelah penempatan manajemen sementara. Namun, pola historis menunjukkan aset yang diambil alih sering dijual kepada pengusaha lokal dengan harga di bawah pasar.
Saham Nestle di bursa Eropa belum menunjukkan reaksi signifikan terhadap berita ini. Investor tampaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan langkah hukum yang akan ditempuh perusahaan.
Pengamat menilai langkah Putin ini bisa memicu eksodus perusahaan asing lainnya dari Rusia. Jika perusahaan merasa aset mereka tidak aman, mereka cenderung mempercepat proses divestasi atau mengurangi operasi di negara tersebut.
Bagi Nestle, menjaga operasional tetap berjalan sambil melindungi hak hukum menjadi prioritas utama. Perusahaan belum mengungkapkan apakah akan menempuh arbitrase internasional atau jalur diplomasi melalui pemerintah Swiss.