IMI Kaltara Apresiasi Pemkot Tarakan Bangun Sirkuit Permanen di Pantai Amal, Grasstrack dan Road Race Bakal Berdampingan

Penulis: Edi Wahyono  •  Senin, 21 September 2026 | 07:47:01 WIB
Pembalap grasstrack melintasi lintasan tanah pada kejuaraan di Kota Tarakan, Minggu (20/9/26).

TARAKAN — Kejuaraan grasstrack dan motocross di Kota Tarakan kembali digelar dan menyedot perhatian publik serta pencinta olahraga otomotif Kalimantan Utara. Ajang kali ini menandai kebangkitan balap tanah tersebut setelah vakum hampir empat tahun sejak terakhir kali menggelar Kejuaraan Nasional.

Ketua I IMI Provinsi Kaltara, Krisbowo, mengaku takjub atas antusiasme masyarakat maupun pembalap yang memadati arena perlombaan. Menurutnya, animo tinggi itu menjadi tanda warga merindukan raungan mesin di lintasan tanah.

"Sangat luar biasa sekali (antusiasme) dari masyarakat Kota Tarakan khususnya, maupun pada umumnya Kalimantan Utara. Kita ketahui kegiatan IMI dalam kategori grasstrack atau motocross ini kan lama vakum ya, mulai 4 tahun yang lalu terakhir kita selenggarakan Kejurnas," ujar Krisbowo, Minggu (20/9/26).

Biaya Besar Jadi Penyebab Grasstrack Lama Vakum

Krisbowo menjelaskan, penyebab utama vakumnya ajang grasstrack selama beberapa tahun terakhir adalah besarnya anggaran operasional. Berbeda dengan road race yang umumnya memanfaatkan lintasan aspal yang sudah tersedia, kategori grasstrack mengharuskan panitia membangun sirkuit dari nol.

"Vakum di cabang grasstrack ini karena memang pertama masalah biaya anggaran. Kalau mengadakan grasstrack itu cost-nya besar sekali karena kita bikin lintasan atau sirkuit memerlukan biaya yang begitu banyak," jelasnya.

Pembuatan sirkuit balap tanah, lanjut dia, membutuhkan proses panjang yang melibatkan alat berat hingga pembenahan material tanah.

"Kalau road race kan tidak terlalu banyak biaya karena rata-rata sudah ada lintasannya. Tapi kalau grasstrack pasti kita membutuhkan tempat yang baru, membuat sirkuit baru, dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari sewa alat berat sampai membeli timbunan tanah untuk jumping dan fasilitas pendukung lainnya agar sesuai standar," lanjutnya.

Sirkuit Ratu Intan Bakal Tampung Dua Kategori Sekaligus

Melihat tantangan tersebut, IMI Kaltara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Tarakan yang telah memberikan solusi nyata berupa penyediaan lahan dan pembangunan sirkuit permanen. Rencananya, kawasan Ratu Intan, Pantai Amal tersebut akan memuat dua kategori balapan sekaligus secara berdampingan, yaitu grasstrack dan road race.

"Pertama kita mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Tarakan yang telah menyiapkan sirkuit permanen. Di sini akan dibangun dua kategori, yaitu grasstrack dan road race berdampingan, sehingga kita tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, tinggal merapikan dan merawat saja. Paling tidak kami sudah punya tempat untuk melaksanakan kegiatan," tegas Krisbowo.

Target Kembalikan Dominasi Pembalap Tarakan di Tingkat Regional

Penyediaan sirkuit ini diharapkan mampu mengembalikan marwah dan kejayaan pembalap lokal. Krisbowo mengenang masa-masa saat atlet otomotif Tarakan mendominasi panggung kejuaraan di tingkat regional.

"Cabang grasstrack ini menjadi primadonanya Kota Tarakan semenjak kita masih bergabung dengan Kaltim. Waktu itu, mayoritas juara dari lima kelas di setiap Kejurprov berseri selalu disapu bersih oleh anak-anak Tarakan. Kita ingin mengembalikan marwah yang lama itu," tambahnya.

Meski persiapan dan publikasi acara terbilang singkat, ajang kali ini berhasil memecahkan rekor jumlah peserta di wilayah Kaltara.

"Peserta itu kurang lebih hampir 100 orang, sekitar 90 lebih, dan ada 200 lebih starter. Itu angka yang luar biasa dan banyak sekali. Belum pernah di Kaltara peserta sebanyak ini, baru kali ini karena memang sudah lama tidak ada kegiatan," puji Krisbowo.

Pembalap Nasional Berpeluang Berlaga di Tarakan

Ke depannya, IMI Kaltara optimistis kawasan sirkuit baru ini mampu menggaet pembalap-pembalap tingkat nasional untuk bertanding di Tarakan.

"Ini saja publikasinya masih kurang maksimal, tapi hasilnya sudah lumayan. Apalagi kalau dari awal disiapkan dengan matang. Pembalap dari luar Kaltara bisa berdatangan, asalkan publikasi jauh-jauh hari ditingkatkan serta piala dan hadiahnya menjanjikan. Tidak menutup kemungkinan pembalap-pembalap nasional juga akan datang ke Tarakan," pungkasnya.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top