KALIMANTAN UTARA — Kevin Diks merespons teriakan nama Shin Tae Yong dari suporter usai Timnas Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kapten Tim Merah Putih itu menilai aksi tersebut tidak tepat dan justru membebani pemain serta pelatih John Herdman.
Hasil imbang tanpa gol pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 membuat Indonesia gagal menggeser Malaysia dari puncak klasemen. Skuad Garuda tetap menempati peringkat kedua, sementara laga berjalan berat sejak menit awal.
Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9), berlangsung sengit. Indonesia harus bermain dengan 10 orang setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37 usai menjegal Arif Aiman.
Kehilangan satu pemain membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan, terutama dalam menyerang. Malaysia mengambil inisiatif dan terus menekan sepanjang sisa pertandingan.
Indonesia dipaksa bertahan dan menahan gempuran demi menjaga gawang tetap bersih. Bermain dengan 10 orang menjadi beban tersendiri bagi pasukan John Herdman.
Kevin Diks mengakui kondisi tersebut bukan hal mudah. Pemain Borussia Monchengladbach itu menyebut perjuangan dengan jumlah pemain terbatas sangat menguras tenaga.
"Berusaha berjuang dengan 10 pemain itu sangat berat, dan saya kecewa dengan ini," tutur Kevin Diks.
Kekecewaan Diks bertambah setelah laga usai. Saat menjalani wawancara, suporter yang hadir meneriakkan nama Shin Tae Yong, mantan pelatih Tim Merah Putih yang dipecat PSSI pada Januari 2025.
Diks sempat berhenti menjawab pertanyaan, seolah merespons reaksi suporter di stadion. Ia menilai teriakan tersebut tidak tepat dan merugikan banyak pihak.
"Saya pikir itu tidak tepat. Ini tidak tepat. Saya merasa ini tidak baik untuk pemain, tidak baik untuk pelatih," kata Kevin Diks.
Kapten Timnas Indonesia itu juga menegaskan dukungannya kepada Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut terus berada dalam tekanan karena dituntut membawa Indonesia juara.
"Saya pikir ini tidak tepat. Ini membuat saya kecewa," ucap Diks menambahkan.
Hasil imbang ini membuat Indonesia belum aman untuk lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia tetap kokoh di puncak klasemen Grup A.
Tim Merah Putih masih punya peluang bergantung hasil laga berikutnya. Konsistensi dan kondisi skuad menjadi kunci jika Indonesia ingin menjaga asa melaju ke partai puncak.