TANJUNG SELOR — Angka pertumbuhan itu disampaikan BPS sebagai gambaran aktivitas ekonomi provinsi ke-34 Indonesia tersebut. Sektor konstruksi, industri pengolahan, dan pertambangan menjadi penopang utama. Inflasi daerah juga tercatat rendah, di bawah 3 persen.
Gubernur Zainal Arifin Paliwang mengatakan data BPS menunjukkan perekonomian Kaltara dalam lima tahun terakhir bergerak positif. Pertumbuhan tahunan berada di kisaran 4,5-5,3 persen.
Menurut dia, stabilitas itu tidak lepas dari kondisi inflasi yang terjaga. "Kita patut bersyukur atas hal tersebut, karena ini merupakan hasil dari kinerja kita bersama," ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan usai upacara peringatan HUT Ke-14 Kaltara.
Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kaltara itu menegaskan tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci sukses pembangunan daerah. Buktinya, Pemprov Kaltara kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2025.
"Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali meraih opini WTP (wajar tanpa pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2025," tuturnya.
Capaian tersebut menjadi yang ke-12 kali secara berturut-turut bagi Pemprov Kaltara.
Gubernur menilai predikat WTP membuktikan pemerintah daerah tetap mempertahankan akuntabilitas meski menghadapi pemangkasan anggaran. "Capaian predikat ini menegaskan, meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran, kita tetap mampu mempertahankan akuntabilitas serta kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan," pungkasnya.
Dengan tren pertumbuhan yang stabil dan opini WTP yang berulang, Kaltara mencatatkan kinerja fiskal dan ekonomi yang relatif terjaga. BPS mencatat PDRB atas dasar harga berlaku Kaltara mencapai Rp 42,47 triliun pada periode yang sama.