TANJUNG SELOR — Rapat paripurna tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD H. Muhammad Nasir dan H. Muddain, seluruh anggota DPRD, Gubernur Zainal A. Paliwang, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, perwakilan kepala daerah kabupaten/kota se-Kaltara, serta jajaran pemerintah daerah. Peringatan kali ini mengusung tema "14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya".
Forum hari jadi dipakai Gubernur untuk menegaskan arah pembangunan: pertumbuhan ekonomi mesti terasa sampai warga pedalaman dan perbatasan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat investasi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pelayanan dasar, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,09 Persen pada Semester I 2026
Angka yang dipaparkan Gubernur: pertumbuhan ekonomi Kaltara 4,96 persen pada triwulan II 2026, dan 5,09 persen secara kumulatif pada semester I 2026. Capaian fiskal ikut disorot. Pemprov Kaltara mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan tahun anggaran 2025 untuk ke-12 kalinya berturut-turut.
Opini WTP berulang itu menandakan laporan keuangan daerah dinilai sesuai standar akuntansi pemerintahan oleh auditor. Bagi daerah yang wilayahnya membentang dari perbatasan Malaysia hingga pedalaman hutan, konsistensi tata kelola anggaran jadi prasyarat untuk mengeksekusi program pemerataan.
Ketua DPRD Minta Sinergi Dijaga Usai Momentum HUT
Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie menekankan pentingnya menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam membangun provinsi. Menurutnya, momentum hari jadi harus memperkuat sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat demi kesejahteraan bersama.
Kalimantan Utara sendiri terbentuk pada 2012 sebagai provinsi termuda di Pulau Kalimantan, hasil pemekaran dari Kalimantan Timur. Empat kabupaten/kota — Tarakan, Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung — menjadi wilayah administrasinya, dengan posisi strategis di beranda depan negara.
Pekerjaan Rumah: Pemerataan hingga Wilayah Perbatasan
Seruan Gubernur soal manfaat pertumbuhan bagi warga pedalaman dan perbatasan menyiratkan pekerjaan rumah yang belum selesai. Kaltara dikenal punya disparitas antara kawasan perkotaan dan kecamatan terpencil yang berbatasan langsung dengan Malaysia, terutama soal akses layanan dasar dan harga barang.
Lewat peringatan HUT ke-14, DPRD berharap pembangunan berkualitas dan merata bisa terus didorong di seluruh wilayah. Sinergi legislatif-eksekutif akan diuji pada pembahasan APBD dan pengawasan program tahun berikutnya.