Karhutla di Tarakan Masih Terjadi, Dua Hektare Semak Belukar Pantai Amal Terbakar dalam Dua Hari

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 03 November 2026 | 18:30:32 WIB
Petugas gabungan memadamkan kebakaran semak belukar di Pantai Amal, Tarakan.

TARAKAN — Kepala BPBD Tarakan Yonsep menyebut pihaknya menerima informasi awal bahwa pemilik lahan melakukan pembersihan dengan cara membakar. Api kemudian membesar dan menimbulkan asap yang mengganggu lingkungan sekitar.

Petugas mencatat tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian di Binalatung. Namun asap yang membubung disebut cukup besar dan berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas pengguna jalan di sekitar lokasi.

Personel Gabungan Turun ke Lokasi, Pemadaman Rampung 1 Jam 20 Menit

Penanganan kebakaran pertama di Jalan Ring Road melibatkan personel BPBD bersama TNI AL, Korlakar, dan Palang Merah Indonesia (PMI). Petugas mengerahkan kendaraan operasional ke lokasi untuk memadamkan api.

Pada kejadian kedua, BPBD mengerahkan satu unit kendaraan pemadam serta sejumlah kendaraan roda dua dari unsur TNI AL, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

"Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung bergerak ke lokasi. Kami melakukan pemadaman, dilanjutkan pembasahan dan pendinginan. Sekitar satu jam 20 menit penanganan bisa diselesaikan," jelas Yonsep.

Rumah Warga di Juata Laut Ikut Terdampak pada 1 November

Selain di Pantai Amal, BPBD menerima laporan kebakaran di kawasan permukiman Jalan Karya Bersama, RT 18, Kelurahan Juata Laut, pada 1 November. Satu rumah warga terdampak dalam kejadian tersebut.

Penyebab kebakaran di Juata Laut masih belum diketahui. Rentetan kejadian ini menunjukkan ancaman kebakaran di Tarakan tidak hanya soal munculnya titik api, tetapi juga kesiapan sumber daya penanganan.

Kesulitan Sumber Air Jadi Kendala di Kawasan Perkebunan Dataran Tinggi

Yonsep mengungkapkan petugas kerap menghadapi kesulitan mencari sumber air saat memadamkan kebakaran di kawasan perkebunan. Kondisi geografis Tarakan yang memiliki sejumlah area perkebunan di dataran tinggi membuat sumber air alami tidak selalu tersedia di sekitar lokasi.

"Kalau kita mengandalkan air dari mobil pemadam atau PDAM, ketika airnya habis, kita harus kembali lagi untuk mengisi. Sementara selama proses pengisian itu api masih bisa menyala. Makanya perlu ada kolam penampungan di sekitar kebun supaya ketika terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia," terangnya.

BPBD Tarakan mencatat seluruh kejadian telah ditangani dengan pembasahan dan pendinginan di lokasi. Petugas masih memantau titik-titik rawan untuk mengantisipasi munculnya api susulan di kawasan perkebunan dan permukiman.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: radartarakan.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top