JAKARTA — Kehadiran Zainal Paliwang di WCCE 2026 menjadi langkah Pemprov Kaltara memetakan arah perkembangan ekonomi kreatif global. Forum itu digelar di Jakarta dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.
WCCE 2026 mempertemukan pemerintah dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif lintas negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan soal pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarnegara.
Rumput Laut Nunukan hingga Batik Etnik Jadi Modal Kaltara
Bagi Kaltara, forum ini menjadi kesempatan memperluas wawasan soal pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan produk unggulan daerah dinilai bisa menjadi modal menciptakan nilai tambah serta memperluas pasar pelaku usaha kreatif.
Sejumlah potensi ekonomi kreatif Kaltara terkonsentrasi pada subsektor kuliner, kriya, dan fashion. Di antaranya produk olahan rumput laut dari Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, kerajinan rotan dan bambu yang mengangkat kekhasan budaya lokal, serta batik bercorak etnik kontemporer.
Pengembangan potensi itu memerlukan dukungan inovasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan jejaring pemasaran. Tanpa langkah tersebut, produk kreatif lokal sulit bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Menteri Ekonomi Kreatif Tekankan Kolaborasi Internasional
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Dari awal, WCCE telah memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kolaborasi internasional dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Melalui partisipasi dalam WCCE 2026, Pemprov Kaltara dapat mencermati berbagai gagasan dan praktik pengembangan ekonomi kreatif sebagai referensi penguatan potensi lokal. Upaya ini diharapkan mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha kreatif serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan Kaltara.