TARAKAN — Kendaraan bermotor milik warga yang menonton dan memarkir di sekitar lokasi kebakaran menghambat pergerakan armada pemadam saat menangani kebakaran rumah pekerja di Kampung Nelayan, RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat. Petugas harus berhati-hati membawa kendaraan pemadam dan mengatur suplai air karena jalur menuju titik api dipenuhi motor warga.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Eko Supriatnoko mengatakan kondisi tersebut menjadi kendala ketika petugas harus bergerak cepat menuju lokasi. Menurutnya, kendaraan yang memenuhi jalur masuk tidak hanya menghambat pergerakan armada, tetapi juga menyulitkan petugas menentukan posisi kendaraan dan mengatur suplai air.
Motor Warga di Jalur Masuk Sulitkan Suplai Air
Eko menjelaskan, warga yang datang dari jauh memarkir motor di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi itu membuat petugas kesulitan mengatur jalur masuk armada dan suplai air saat proses pemadaman berlangsung.
"Kalau orangnya masih mudah kita singkirkan. Yang membuat repot itu kendaraan mereka. Karena datang dari jauh kemudian motornya diparkir di sekitar lokasi. Itu yang menyulitkan supply untuk masuk. Padahal dalam kondisi kebakaran, kami membutuhkan akses secepat mungkin," ujar Eko, Minggu (20/9).
Ketika api masih besar, petugas membutuhkan ruang untuk melakukan manuver. Waktu yang seharusnya digunakan untuk penanganan dapat tersita apabila harus menyingkirkan kendaraan yang menghalangi akses lebih dulu.
"Kalau kondisinya apinya besar, operator kami tidak mungkin menunggu terlalu lama untuk menyingkirkan motor satu per satu. Kalau ada ruang, ya beri ruang. Karena kami harus bergerak cepat dan menentukan posisi pemadaman," tegasnya.
Warga Diminta Beri Ruang, Bukan Dilarang Menonton
Eko juga menyoroti aktivitas warga yang datang ke lokasi untuk menyaksikan kejadian maupun membuat siaran langsung melalui media sosial. Menurutnya, masyarakat tetap dapat melihat atau menyampaikan informasi, tetapi tidak mengganggu jalur kerja petugas.
"Silakan kalau memang mau melihat atau menyampaikan informasi. Kami tidak bisa melarang masyarakat datang, apalagi sekarang banyak yang live. Tetapi kami minta bantu kami dengan memberikan ruang," katanya.
Kondisi bangunan di kawasan Kampung Nelayan yang banyak menggunakan material kayu membuat petugas membutuhkan akses cepat untuk melakukan penanganan. Material kayu mempercepat penyebaran api sehingga ruang gerak armada menjadi penentu.
Laporan Cepat Warga Perlu Didukung Akses Terbuka
Di sisi lain, Eko mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan kejadian kebakaran. Informasi sejak awal dinilai membantu petugas segera menuju lokasi.
Namun, kecepatan laporan perlu didukung akses yang terbuka ketika armada tiba. Eko berharap warga tidak hanya bergerak cepat melaporkan, tetapi juga membuka jalan begitu petugas datang.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menyampaikan informasi dengan cepat. Itu sangat membantu kami. Tetapi setelah petugas datang, kami juga membutuhkan bantuan masyarakat untuk membuka akses. Jangan sampai laporan sudah cepat kami terima, armada juga cepat datang. Tetapi kendaraan kami justru tertahan di jalan," pungkas Eko.