TARAKAN — Petugas pemadam kebakaran terpaksa menyambung belasan gulung selang untuk menjangkau titik api di kawasan Karang Balik, Sabtu (22/8/2026) lalu. Peristiwa itu menjadi gambaran nyata mengapa peralatan PMK Kota Tarakan membutuhkan peremajaan.
Kepala Bidang PMK Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko, menyebutkan jarak akses yang panjang memaksa petugas menggunakan seluruh selang yang tersedia, termasuk yang jarang dipakai.
“Kita membutuhkan peremajaan beberapa alat-alat,” ungkapnya, Rabu (26/8/2026).
Belasan Selang Disambung, Pasokan Air Jadi Kunci
Dalam operasi pemadaman di Karang Balik, PMK mengerahkan delapan gulung selang dari Mako dan enam gulung dari sektor barat. Setiap gulungan memiliki panjang sekitar 25 meter, sehingga total jangkauan yang dibentangkan mencapai ratusan meter.
“Ini kebetulan (kebakaran kemarin) karena jangkauannya panjang, selang-selang yang tidak pernah kita digunakan tetap kita gunakan,” jelas Eko.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan alat, terutama selang, menjadi penentu utama kelancaran distribusi air ke titik api. Kegagalan menjaga pasokan air di lokasi yang sulit diakses dapat memperlambat proses lokalisasi api.
Jumlah Alat Cukup, tapi Kondisi Perlu Pembaruan
Meski sempat digunakan secara intensif, Eko memastikan ketersediaan peralatan saat ini masih mencukupi untuk operasional. Yang menjadi perhatian utama adalah pembaruan secara berkala agar tidak menghambat kinerja petugas di lapangan.
“Jumlahnya cukup, masih sangat cukup. Cuma peremajaan saja yang perlu,” tegasnya.
Peremajaan tidak hanya soal kelengkapan, tetapi juga memastikan tidak ada kendala teknis saat petugas berhadapan langsung dengan api. Di permukiman padat, kecepatan dan ketepatan distribusi air sangat menentukan luasnya area yang terbakar.
Kesiapan Sarana Jadi Tantangan Operasional
Eko menambahkan, personel di lapangan bertugas melaksanakan pemadaman, sementara dukungan sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab yang harus terus disiapkan. Menurutnya, kesiapan peralatan berpengaruh langsung terhadap kemampuan petugas melakukan pemadaman dan mencegah perambatan api.
“Teman-teman di lapangan tugasnya melaksanakan pemadaman, sementara untuk sarana dan prasarana juga harus kita siapkan,” imbuhnya.
Ia berharap peremajaan dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu dan menuntut respons cepat. “Ini menjadi tantangan bagi kami, bagaimana kami bisa menyediakan sarana-prasarana pendukung,” pungkasnya.