KALIMANTAN UTARA — Tim esports Pokemon Unite Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah kalah 1-3 dari Jepang di final Asian Games 2026. Kekalahan di Aichi Sky Hall itu menambah koleksi perak Indonesia menjadi lima, namun belum cukup mengangkat posisi Merah Putih dari peringkat 14 klasemen medali.
Deni Ardiyanto dan kawan-kawan tampil impresif sepanjang fase gugur nomor Pokemon Unite. Indonesia membuka perjalanan dengan mengalahkan Malaysia 2-0 di perempat final, lalu menumbangkan Filipina dengan skor identik 2-0 untuk memastikan tiket ke partai puncak.
Laju itu baru terhenti di hadapan tuan rumah. Jepang tampil dominan di Aichi Sky Hall dan menutup laga dengan kemenangan 1-3, memaksa Indonesia menerima medali perak.
Komposisi Skuad Esports yang Sumbang Perak
Tim Pokemon Unite Indonesia diperkuat Deni Ardiyanto, Novrizal Diananta Said, Marcello Hillers, GM Judha Raja Panggabean, dan Muhammad Haikal Irawan. Kelima pemain konsisten diturunkan sejak babak perempat final hingga final.
Medali ini tercatat sebagai tambahan kedua bagi Indonesia pada hari kedelapan Asian Games 2026. Sebelumnya, kontingen Merah Putih sudah mengoleksi satu emas dan sejumlah perunggu dari cabang lain.
Bulu Tangkis dan Panahan Jaga Asa Tambahan Medali
Peluang Indonesia menambah pundi medali masih terbuka lebar. Dari bulu tangkis, tiga wakil memastikan tempat di semifinal. Alwi Farhan di tunggal putra dan pasangan Leo Carnando/Daniel Marthin sama-sama menang 2-0 pada perempat final.
Fajar Alfian/Muh Shohibul Fikri melaju dengan kemenangan 2-1. Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violona Marwah juga menembus semifinal setelah menundukkan pasangan Korea Selatan 2-1.
Cabang panahan menyusul. Tim recurve putri yang diperkuat Rezza Octavia, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani melewati perempat final dengan kemenangan 5-3 atas Bangladesh.
Dua wakil dari selancar, Jasmine Michelle Studer dan Kya Jo Heuer, juga masih bertahan. Keduanya memenangkan babak ketiga nomor women's shortboard dan melaju ke perempat final.
Posisi Indonesia di Bawah Chinese Taipei
Kontingen Indonesia kini mengoleksi 24 medali: dua emas, lima perak, dan 17 perunggu. Tambahan perak dari Pokemon Unite memperbesar koleksi medali perak Indonesia.
China masih kokoh di puncak klasemen dengan 114 emas, 45 perak, dan 35 perunggu atau total 194 medali. Jepang di posisi kedua dengan 34 emas, 54 perak, dan 54 perunggu, disusul Korea Selatan dengan 18 emas, 22 perak, dan 38 perunggu.
Indonesia berada di bawah Chinese Taipei yang mengoleksi dua emas, tujuh perak, dan 19 perunggu. Di bawah Indonesia terdapat Filipina dengan dua emas, dua perak, dan tujuh perunggu.
Dengan sejumlah wakil masih bertanding di babak semifinal dan perempat final, peluang penambahan medali tetap terbuka pada lanjutan pertandingan Asian Games 2026.