TARAKAN — Sejumlah pengendara roda dua dilaporkan terperosok ke lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup genangan air di pertigaan depan Hotel Segiri. Pantauan di lokasi pada Jumat (2/10/2026) sore menunjukkan penumpukan kendaraan terjadi karena pengemudi roda empat memperlambat laju dan berusaha menghindari cipratan air selokan.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas di kawasan Karang Rejo semrawut. Jalan Gajah Mada sendiri merupakan salah satu pusat perekonomian yang tak jauh dari pusat kota dan kerap dilalui wisatawan.
Keluhan Warga: Genangan Meluas, Aspal Cepat Rusak
Pengguna jalan, Togap Yusnan (55), menyebut genangan air yang dibiarkan membuat material aspal cepat rusak dan membahayakan pelintas. Menurut dia, beberapa bulan lalu air hanya menggenangi pinggir trotoar.
"Beberapa bulan lalu genangan air sebatas di pinggir trotoar, makin ke sini air selokan itu mulai mengganggu kami pejalan kaki. Jalanan jadi macet karena pengguna jalan menghindar dari cipratan air. Parahnya lagi lambat laun jalanan semakin berlubang besar," kata Togap saat ditemui di lokasi.
Ia menyayangkan kondisi itu terus dibiarkan. Togap menilai kawasan tersebut padat aktivitas dan sering digunakan wisatawan asing untuk lalu lalang.
"Saya kadang ngelus dada, ini daerah padat, masa iya tidak ada satupun pejabat yang risih melihat kondisi itu. Apalagi jalur tersebut sering digunakan wisatawan asing untuk lalu lalang. Saya harap pemerintah bertindak lah, ini bukan soal jalan saja, tapi wajah kota sendiri," tegasnya.
Lurah Duga Limpahan dari Usaha, Cek Drainase Sabtu
Lurah Karang Anyar Pantai, Nono Adiyatmoko, menyatakan pihak kelurahan akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Nono menyebut pihaknya pernah memberikan teguran dan berencana melakukan pengecekan ulang pada Sabtu besok.
"Rencana besok Sabtu saya datangi pemilik usaha yang informasinya limpahan air lari ke jalan, dan sekalian mengecek apakah memang drainasenya yang tertutup," ujar Nono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Ia menambahkan, jika masalah utama berada pada saluran yang buntu atau mengalami pendangkalan, pihak kelurahan akan menyurati dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota maupun Provinsi.
"Dugaan awal kami buangan atau limpahan dari salah satu usaha, tapi karena terjadi terus-menerus, diduga juga ada penyumbatan atau pendangkalan. Pesan bagi pengguna jalan, tentu saja lebih berhati-hati melintasi daerah tersebut sambil menunggu perbaikan dari pihak terkait," pungkasnya.
Warga Diminta Berhati-hati Selama Perbaikan Belum Dilakukan
Hingga pengecekan dilakukan, pengguna jalan diimbau lebih waspada saat melintasi Jalan Gajah Mada, terutama di titik yang tergenang. Lubang jalan yang tertutup air berisiko memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Perbaikan permanen bergantung pada hasil pengecekan drainase dan koordinasi dengan Dinas PU. Jika ditemukan penyumbatan atau pendangkalan, perbaikan saluran menjadi kewenangan dinas terkait, bukan hanya kelurahan.