KONI Kalimantan Utara memastikan Porprov II Kaltara 2026 berlangsung di Kabupaten Malinau dengan 44 cabang olahraga dan sekitar 500 kelas tanding. Pembukaan direncanakan 10 November, sementara verifikasi venue untuk seluruh cabor yang dipertandingkan sudah rampung. Ajang ini menjadi tahap penyaringan atlet menuju prakualifikasi PON.
TANJUNG SELOR — Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir menyatakan Malinau sebagai tuan rumah telah menyatakan siap menerima seluruh rangkaian pertandingan. Verifikasi kesiapan venue dilakukan untuk memastikan setiap cabor mendapat fasilitas yang memadai.
"Kalau berbicara kesiapan secara venue, dasar kita melakukan verifikasi sampai 44 cabor itu bahwa 44 cabor inilah yang dapat fasilitas venue yang ada di Kabupaten Malinau," ujar Nasir di Tanjung Selor, Sabtu.
Rincian 44 Cabor yang Dipertandingkan
Komposisi cabor yang masuk daftar pertandingan terbagi dalam enam kelompok. Sebanyak 16 cabor permainan dan sembilan cabor bela diri mengisi kelompok terbesar.
Kelompok lain meliputi 13 olahraga terukur, dua olahraga akurasi atau presisi, dua olahraga kognitif, serta empat olahraga artistik dan estetik. Total kelas tanding yang disiapkan mencapai sekitar 500 kelas.
KONI Kaltara Genjot Tahapan Persiapan
KONI Kaltara masih menggenjot sejumlah tahapan konsolidasi terhadap cabor-cabor peserta. Proses itu mencakup pendataan atlet, penyesuaian jadwal, hingga sinkronisasi kebutuhan teknis di lapangan.
"Sampai di hari pembukaan nanti kami dari KONI provinsi terus melakukan tahapan-tahapan untuk kegiatan agar lebih terakomodasi dan semua cabor-cabor itu dapat kita ikutsertakan di dalam kegiatan Porprov II," kata Nasir.
Pembukaan Porprov II Kaltara direncanakan pada 10 November. Tanggal tersebut masih dalam tahap finalisasi panitia menjelang pelaksanaan bulan depan.
Porprov Jadi Pintu Menuju Prakualifikasi PON
Hasil akhir Porprov II Kaltara diarahkan pada penjaringan bibit atlet untuk diikutsertakan dalam prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional. Atlet berprestasi dari ajang ini akan dikirim ke tahap berikutnya.
"Jadi tahapannya ini untuk menuju PON itu melalui Porprov ini dulu setelah itu mana atlet-atlet yang punya prestasi itu akan kita kirim mengikuti prakualifikasi PON dan selanjutnya ke PON," ungkap Nasir.
Dengan skema itu, Porprov berfungsi sebagai seleksi berjenjang, bukan sekadar ajang pertandingan antar kabupaten/kota. KONI Kaltara menargetkan atlet yang lolos dapat bersaing di level nasional.