Porprov II Kaltara 2026, Ketua Perpani Minta Pemkot Tarakan Tak Abaikan Pembinaan Atlet

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45:27 WIB
Ketua Perpani Kaltara Steve Singgih Wibowo menyoroti kurang optimalnya pembinaan atlet di Kota Tarakan menjelang Porprov II Kaltara 2026.

TARAKAN — Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II yang akan digelar di Kalimantan Utara pada 2026, Ketua Perpani Kaltara Steve Singgih Wibowo angkat bicara. Ia menilai pembinaan atlet di Kota Tarakan masih jauh dari kata ideal, terutama jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Malinau dan Bulungan.

“Saya minta perhatian juga lah untuk pemerintah kota, dispora, untuk bisa dapat mempertahankan juara umum. Jangan juaranya yang dieforiakan. Tetapi awal untuk pelatihan untuk pembinaan enggak berjalan,” ujar Steve dalam keterangannya, belum lama ini.

Anggaran Seleksi Dibebankan ke Orang Tua

Salah satu persoalan yang disorot adalah proses seleksi atlet di sejumlah cabang olahraga, termasuk panahan. Menurut Steve, anggaran seleksi seharusnya menjadi tanggung jawab Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di masing-masing daerah, bukan dibebankan kepada orang tua atlet.

“Kalau jumlahnya besar seperti panahan harus ada seleksi. Anggaran seleksi ini kan harusnya di bawah KONI daerah masing-masing. Nah kalau untuk Tarakan ini kan kita lihat kecil sekali,” tuturnya.

Steve menyayangkan jika pembinaan atlet justru ditanggung keluarga, sementara peran pemerintah daerah dinilai belum maksimal. Padahal, Tarakan akan menjadi tuan rumah sekaligus pusat perhatian dalam ajang olahraga dua tahunan tersebut.

Malinau dan Bulungan Dinilai Lebih Siap

Perbandingan pun disampaikan Steve untuk menunjukkan kesenjangan kesiapan antardaerah. Ia menilai Malinau dan Bulungan sudah bergerak lebih cepat dalam menyiapkan atlet dan mengalokasikan anggaran.

“Kalau Malinau kan sudah siap, anggaran sudah, siap. Kemudian Bulungan sudah bagus juga. Untuk pembinaan kita aja nih (Tarakan) yang harus butuh perhatian dari pemerintah Tarakan,” ujarnya.

Ia berharap Pemkot Tarakan bisa menyeimbangkan alokasi anggaran antara organisasi olahraga dengan sektor lainnya. Menurutnya, organisasi olahraga menaungi banyak cabang yang membina atlet secara berlapis, sehingga pendanaan yang memadai menjadi kunci keberhasilan.

Tarakan Incar Juara Umum di Kandang Sendiri

Sebagai tuan rumah Porprov II, Tarakan memiliki target tinggi untuk mempertahankan gelar juara umum. Namun, tanpa pembinaan yang berkelanjutan sejak dini, target tersebut dinilai hanya akan menjadi wacana belaka.

Steve berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tarakan segera mengambil langkah konkret. “Jangan sampai euforia juara hanya di panggung seremonial, sementara proses pembibitan atlet tidak berjalan,” pungkasnya.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jendelakaltara.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top