TANJUNG SELOR — Rangkaian puncak ibadah haji bagi jemaah asal Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memasuki tahap penyelesaian. Sebanyak 331 jemaah yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan telah menuntaskan ibadah Nafar Awal, yaitu skema percepatan prosesi lempar jumrah yang hanya berlangsung selama dua hari di Mina.
Dalam istilah ibadah haji, Nafar Awal adalah pilihan bagi jemaah untuk menyelesaikan lempar jumrah pada 12 Zulhijjah, sehingga mereka diperbolehkan meninggalkan Mina lebih awal menuju Makkah. Sebaliknya, Nafar Akhir mengharuskan jemaah bermalam satu malam tambahan di Mina hingga 13 Zulhijjah untuk menyempurnakan lempar jumrah pada hari ketiga.
Dari total jemaah Kloter 7 asal Kaltara, mayoritas memilih skema cepat. Hanya 26 orang yang mengambil skema Nafar Akhir, yang berarti mereka akan kembali ke pemondokan lebih lambat dari rombongan utama. Keputusan ini biasanya didasarkan pada kondisi fisik, pemahaman manasik, atau preferensi pribadi jemaah.
Jemaah yang memilih Nafar Awal sudah mulai bergerak kembali ke hotel masing-masing di kawasan Makkah sejak 12 Zulhijjah malam. Sementara itu, 26 jemaah lainnya akan menyusul pada 13 Zulhijjah setelah menyelesaikan lempar jumrah terakhir di jamrah Aqabah, Sugra, dan Wustha.
Prosesi lempar jumrah di Mina merupakan salah satu tahapan krusial dalam ibadah haji. Seluruh jemaah Kaltara dilaporkan dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar. Petugas haji daerah terus memantau kondisi para jemaah, terutama mereka yang berusia lanjut dan memiliki risiko kesehatan tinggi selama berada di area Mina yang padat.
Setelah menyelesaikan rangkaian di Mina, jemaah haji asal Kaltara akan menjalani fase ibadah sunah di Makkah, termasuk tawaf ifadah dan sai, sebelum akhirnya bersiap untuk pemulangan ke Tanah Air. Pemantauan kesehatan tetap menjadi prioritas utama mengingat suhu panas ekstrem di Arab Saudi masih menjadi tantangan bagi para jemaah lansia.
Hingga prosesi Nafar Awal rampung, tidak ada laporan jemaah asal Kaltara yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Tim kesehatan kloter terus bersiaga di setiap titik pemondokan untuk mengantisipasi kelelahan atau dehidrasi setelah rangkaian ibadah yang padat.
Jadwal pemulangan jemaah Kloter 7 akan diumumkan secara bertahap oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan. Setelah seluruh rangkaian ibadah di Makkah selesai, jemaah akan menjalani prosesi pemulangan yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Seluruh jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memforsir diri selama menunggu jadwal kepulangan.