TARAKAN — Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kalimantan Utara setelah salah seorang anggotanya wafat di Tanah Suci. Hj. Irama Binti Maduta, warga Kota Tarakan, mengembuskan napas terakhir tepat saat persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jenazah almarhumah telah dikebumikan di pemakaman umum Mekkah setelah menjalani serangkaian prosesi sesuai syariat Islam.
Proses pemakaman berlangsung beberapa waktu lalu setelah almarhumah dinyatakan wafat akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Informasi dari petugas kloter menyebutkan bahwa Hj. Irama Binti Maduta sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi sebelum akhirnya berpulang. Kondisi kesehatannya disebut menurun drastis saat rombongan bersiap menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Petugas haji Indonesia di Arab Saudi memastikan seluruh prosesi pemulasaraan jenazah berjalan sesuai prosedur. Almarhumah dimandikan, dikafani, dan disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman umum yang telah disediakan otoritas setempat. Keluarga di Tarakan telah menerima pemberitahuan resmi dari pihak penyelenggara ibadah haji melalui Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan.
Setiap jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci akan mendapatkan penanganan khusus dari petugas. Jenazah tidak dibawa pulang ke Indonesia kecuali atas permintaan keluarga dengan biaya mandiri. Sebagian besar jemaah yang wafat dimakamkan di pemakaman khusus di Mekkah atau Madinah dengan biaya ditanggung pemerintah Arab Saudi. Prosesi pemakaman biasanya dilakukan dalam waktu maksimal 24 jam setelah kematian.
Data per pekan lalu mencatat puluhan jemaah haji Indonesia telah wafat di Tanah Suci sejak kedatangan gelombang pertama. Faktor utama penyebab kematian didominasi penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, dan kelelahan akibat cuaca ekstrem. Pemerintah Indonesia melalui petugas kloter terus memantau kondisi kesehatan jemaah, terutama mereka yang berusia lanjut atau memiliki penyakit bawaan.
Keluarga almarhumah di Tarakan rencananya akan menggelar doa bersama secara virtual yang terhubung dengan petugas haji di Mekkah. Pihak Kemenag Kota Tarakan juga menyiapkan pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk pengurusan dokumen dan asuransi jiwa jemaah haji. Sementara itu, rombongan kloter asal Kalimantan Utara masih melanjutkan rangkaian ibadah haji di Armuzna hingga selesai.