Perang alat desain memasuki babak baru. Dua kubu besar saling berhadapan: editor manual seperti Figma, Affinity, atau Penpot di satu sisi, dan generator berbasis prompt di sisi lain. Dua tahun lalu, pendekatan prompt-first masih dianggap gimmick. Kini, investasi besar mengalir deras ke tools ini, dan kemampuan mereka membaca konvensi antarmuka pengguna (UI) semakin sulit dibedakan dari editor manual.
Dalam pengujian langsung selama tujuh hari, Google Stitch menjadi satu-satunya alat yang mampu mengikuti alur kerja desain profesional. Ia tidak hanya menghasilkan output visual yang rapi, tetapi juga memungkinkan kontrol granular yang selama ini menjadi monopoli Figma.
Claude Design dan Replit masih bergulat dengan masalah fundamental. Keduanya kerap menghasilkan elemen yang tidak presisi, dan proses edit justru memakan waktu lebih lama daripada membuat ulang dari awal.