Alat Desain Berbasis Prompt Mulai Geser Figma, Tapi Hanya Satu yang Bertahan di Workflow Nyata

Penulis: Edi Wahyono  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:53:01 WIB
Google Stitch tampil sebagai alat desain berbasis prompt yang mampu mengikuti alur kerja profesional.

Perang alat desain memasuki babak baru. Dua kubu besar saling berhadapan: editor manual seperti Figma, Affinity, atau Penpot di satu sisi, dan generator berbasis prompt di sisi lain. Dua tahun lalu, pendekatan prompt-first masih dianggap gimmick. Kini, investasi besar mengalir deras ke tools ini, dan kemampuan mereka membaca konvensi antarmuka pengguna (UI) semakin sulit dibedakan dari editor manual.

Klasemen mingguan: Stitch unggul, Claude dan Replit tertinggal

Dalam pengujian langsung selama tujuh hari, Google Stitch menjadi satu-satunya alat yang mampu mengikuti alur kerja desain profesional. Ia tidak hanya menghasilkan output visual yang rapi, tetapi juga memungkinkan kontrol granular yang selama ini menjadi monopoli Figma.

Claude Design dan Replit masih bergulat dengan masalah fundamental. Keduanya kerap menghasilkan elemen yang tidak presisi, dan proses edit justru memakan waktu lebih lama daripada membuat ulang dari awal.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top