KALIMANTAN UTARA — Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho menjelaskan, fenomena Bulan Purnama pada Minggu (31/5) berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum secara signifikan. Potensi banjir pesisir ini tidak terjadi serentak, melainkan berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah.
Cakupan wilayah yang diprakirakan terkena rob meliputi pesisir selatan Jembrana, pesisir selatan Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, dan pesisir selatan Kabupaten Klungkung. BBMKG meminta masyarakat di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sejumlah aktivitas dinilai paling rentan terdampak genangan air laut ini. "Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," ujar Cahyo dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (31/5).
Para nelayan dan pengelola tambak diimbau untuk mengamankan aset produksi serta memantau perkembangan cuaca secara berkala. Bagi warga yang bermukim di pesisir, langkah antisipasi seperti meninggikan barang-barang elektronik dan dokumen penting disarankan untuk dilakukan sejak dini.
BBMKG menyediakan beberapa kanal resmi untuk memantau perkembangan situasi. Masyarakat dapat mengakses laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg.go.id. Informasi juga tersedia melalui media sosial Instagram @bmkgbali dan aplikasi Info BMKG.
"Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk antisipasi dampak dari pasang maksimum air laut," tambah Cahyo. Peringatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan jalur evakuasi dan posko darurat jika genangan meluas.