KALIMANTAN UTARA — Emanuele Cappellano, bos Stellantis untuk kawasan Eropa, menegaskan bahwa perusahaan tidak sedang membuat kasta di antara 14 merek yang dimilikinya. Ia menyebut pembagian kategori global, regional, dan spesialitas murni soal efisiensi alokasi modal, bukan soal siapa yang lebih penting.
“Kami benar-benar tidak ingin disalahpahami saat membahas merek global, regional, atau spesialitas. Ini bukan peringkat. Intinya bagaimana kami cerdas dalam alokasi modal,” ujar Cappellano kepada Autocar, dikutip pekan ini.
STLA One Jadi Tulang Punggung, Peugeot Dapat Giliran Pertama
Stellantis akan mengandalkan platform anyar bernama STLA One yang diklaim sebagai arsitektur khusus kendaraan listrik murni (BEV) yang sepenuhnya baru, bukan pengembangan dari STLA Medium sebelumnya. Platform ini akan menjadi basis untuk sebagian besar model di segmen B dan C.
Dalam strategi ini, Peugeot ditunjuk sebagai merek global pertama yang akan menerima investasi dan peluncuran perdana di atas platform STLA One. Model pertama itu akan membawa paket teknologi terbaru, termasuk arsitektur kelistrikan STLA Brain dan fitur steer-by-wire.
“Artinya, kami akan berinvestasi pertama untuk meluncurkan model bermerek Peugeot di platform baru ini. Sementara itu, kami sedang mengerjakan peluncuran berikutnya di platform yang sama,” jelas Cappellano.
Bukan Rebadge, Investasi Fokus ke Desain dan Karakter Merek
Cappellano menekankan bahwa model-model yang menyusul setelah Peugeot tidak akan sekadar mengubah emblem. Ia menjanjikan Vauxhall, Alfa Romeo, Jeep, dan merek lainnya akan tampil dengan identitas yang benar-benar berbeda.
“Kalian akan punya Peugeot baru lebih dulu, lalu setelah itu akan ada Vauxhall baru yang bukan Peugeot hasil rebadge, kemudian Alfa Romeo, Jeep, atau lainnya,” katanya.
Mayoritas investasi untuk setiap model lanjutan akan dialokasikan ke desain. “Kami perlu mengubah desain, tipe bodi, bentuk, dan atribut merek. Juga semua fitur yang menjadi ciri khas masing-masing merek,” tambah Cappellano.
70 Persen Dana Mengalir ke Empat Merek Global
Meski menjanjikan diferensiasi, Stellantis tetap memusatkan 70 persen dari total investasi ke empat merek globalnya: Fiat, Jeep, Peugeot, dan Ram. Sisanya akan didistribusikan ke merek regional seperti Vauxhall, Opel, Alfa Romeo, DS, Lancia, dan lainnya.
Keputusan ini diambil setelah Stellantis menyadari bahwa merek-merek utamanya, terutama yang mainstream, memiliki atribut produk yang sangat spesifik dan dikenali konsumen. “Kami perlu meningkatkan atribut produk tersebut di masa depan dengan investasi untuk merek itu,” pungkas Cappellano.
Rencana ini menjadi angin segar bagi penggemar otomotif yang khawatir konsolidasi platform akan mematikan karakter unik masing-masing merek. Stellantis membuktikan bahwa berbagi teknologi tidak harus berarti berbagi jiwa.