Pemerintah China resmi mengerjakan proyek infrastruktur paling ambisius di sektor penerbangan: membangun bandara di atas lautan. Dalian Jinzhou Bay International Airport yang terletak di Teluk Jinzhou, Provinsi Liaoning, dirancang untuk menjadi bandara di atas pulau buatan terbesar di dunia. Proyek ini bukan sekadar perluasan bandara biasa, melainkan lompatan besar untuk mengatasi kemacetan lalu lintas udara di Dalian, kota industri yang menjadi gerbang utama menuju Korea Selatan dan Jepang.
Bandara ini dibangun dengan standar 4F, kategori operasional tertinggi untuk pesawat sipil yang memungkinkan pendaratan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380. Dengan luas total mencapai 7,7 mil persegi, proyek ini mencakup empat landasan pacu masif dan terminal seluas lebih dari 222 hektare.
Setelah beroperasi penuh, bandara ini diperkirakan menangani 540.000 penerbangan per tahun. Jumlah itu hampir dua kali lipat kapasitas Bandara Zhoushuizi yang sudah ada saat ini. Beijing menargetkan bandara ini mulai menerima lalu lintas penerbangan sekitar tahun 2035.
Alasan utama pemindahan bandara ke lepas pantai adalah keterbatasan lahan. Bandara Zhoushuizi saat ini terletak terlalu dekat dengan pusat kota Dalian, sehingga tidak memiliki ruang untuk ekspansi lebih lanjut. Padahal, Dalian merupakan pusat regional untuk pariwisata, pelayaran, dan penyulingan minyak karena posisinya yang strategis dekat dengan Korea Selatan dan Jepang.
Dengan membangun di atas air, pemerintah China mendapatkan lebih banyak ruang operasional tanpa harus membebani lahan daratan yang sudah padat. Langkah ini sejalan dengan proyek-proyek ambisius China sebelumnya, seperti "matahari buatan" dan pusat data bawah laut dengan sumber daya tak terduga.
Membangun bandara di tengah laut bukan pekerjaan mudah. Lebih dari 3.500 pekerja dikerahkan untuk membangun fondasi dan struktur bawah tanah. Hingga Mei 2026, progres konstruksi baru mencapai 37 persen.
Proyek ini membutuhkan tiang-tiang penyangga sedalam 82 kaki di bawah permukaan air. Material yang digunakan mencapai 56 juta yard kubik — sekitar 12 kali lipat lebih banyak dari material yang dipakai untuk membangun Bendungan Hoover. Investasi sebesar 7,5 miliar dolar AS menunjukkan betapa seriusnya China menangani proyek ini.
Proyek ini bukan sekadar proyek infrastruktur lokal. China diprediksi akan melampaui Amerika Serikat dalam hal permintaan perjalanan udara. Bandara pulau buatan Dalian bisa menjadi bagian integral dari pergeseran itu.
Dengan kapasitas yang jauh melampaui bandara eksisting, Dalian Jinzhou Bay International Airport akan memperkuat posisi kota ini sebagai hub transportasi utama di Asia Timur Laut. Bagi industri penerbangan global, proyek ini menegaskan bahwa China tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi mulai mendefinisikan ulang standar infrastruktur bandara dunia.