KALIMANTAN UTARA — Produsen kendaraan energi baru asal China, BYD, mencatatkan tonggak baru di pasar otomotif Indonesia. Hingga Mei 2026, total kendaraan BYD yang telah dikirimkan ke tangan konsumen lokal mencapai lebih dari 91 ribu unit. Angka tersebut menjadi indikator nyata bahwa adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia tidak lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat.
Tidak hanya bertambahnya pilihan model yang membuat angka ini meroket. Kesadaran konsumen terhadap teknologi elektrifikasi juga dinilai meningkat signifikan. Infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian daya umum (SPKLU), kini mulai bermunculan di berbagai wilayah, mengurangi kekhawatiran akan jarak tempuh atau range anxiety.
Perkembangan teknologi baterai dan efisiensi kendaraan juga menjadi magnet tersendiri. Konsumen mulai melirik biaya operasional yang lebih rendah serta fitur modern yang ditawarkan mobil listrik ketimbang kendaraan konvensional.
BYD tidak hanya mengandalkan penjualan. Pabrikan ini gencar melakukan edukasi melalui pameran, program kampus, dan kegiatan interaktif di kota-kota besar. Tujuannya, memperkenalkan teknologi elektrifikasi secara langsung kepada calon pengguna.
Di sisi lain, komitmen sosial juga dijalankan lewat program "Small Steps for Tomorrow". Program ini berfokus pada dukungan kebutuhan pendidikan bagi pelajar Indonesia, sejalan dengan visi keberlanjutan perusahaan.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal inovasi teknologi.
“Bagi BYD, keberlanjutan tidak hanya tentang bagaimana inovasi teknologi terus berkembang, tetapi juga tentang bagaimana manfaat dan dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk generasi muda,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026.
Secara global, BYD telah menjual lebih dari 16,5 juta unit kendaraan energi baru di lebih dari 121 negara dan wilayah hingga Mei 2026. Perusahaan mengklaim, penggunaan kendaraan listrik massal ini telah berkontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon dalam skala besar.
Dengan populasi yang terus bertambah di Indonesia, BYD diprediksi akan semakin memperkuat jejaring layanan purna jual dan infrastruktur pengisian daya untuk mengakomodasi pengguna yang kian banyak.