Harga Kripto 24 Juni 2026: Darah di Lantai Perdagangan, Saatnya Investor Indonesia Berburu atau Bertahan?

Penulis: Boyke Sihombing  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 07:47:01 WIB
Ethereum dan Solana alami penurunan signifikan di pasar kripto pagi ini.

Panggung Pagi yang Berdarah: Siapa Paling Terpukul?

Jika Anda membuka aplikasi Pintu atau Tokocrypto pagi ini, Anda akan disambut oleh lautan merah yang hampir seragam. Ethereum (ETH) terpaksa merelakan posisinya di Rp 29,87 juta, turun nyaris 3% dalam sehari. Ini adalah level terendah ETH dalam dua pekan terakhir. Sementara itu, Solana (SOL) yang sempat menjadi primadona karena ekosistem memecoin-nya, kini terkapar di Rp 1,25 juta — kehilangan lebih dari 2% nilainya dalam semalam.

Menariknya, XRP justru menunjukkan ketahanan relatif dengan hanya turun tipis 1,01% ke Rp 19.896. Ini bisa menjadi sinyal bahwa investor mulai melirik aset dengan fundamental hukum yang lebih jelas pasca kemenangan parsial Ripple melawan SEC. Namun jangan terkecoh — di pasar seperti ini, "tidak turun banyak" belum tentu berarti aman.

TRON (TRX) yang populer di kalangan investor Indonesia karena biaya transfernya yang murah, juga ikut tertekan tipis 1% ke Rp 5.891. Sementara BNB, koin andalan ekosistem Binance, bertahan di Rp 10,37 juta dengan koreksi moderat 1,46%.

Mengapa Pasar Kripto Terpuruk Pagi Ini? Bukan Sekadar FOMO Reversal

Jangan salahkan cuaca atau hari libur. Ada tiga faktor konkret yang membuat pasar berdarah pagi ini. Pertama, data makroekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan inflasi inti masih membandel. Ini memupus harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, yang secara langsung menekan aset berisiko seperti kripto. Kedua, pergerakan dompet lama — seorang whale yang mengantongi 8.000 BTC sejak 2019 tiba-tiba memindahkan asetnya ke Binance. Aksi ini selalu diartikan sebagai sinyal potensi jual besar-besaran oleh pasar.

Ketiga, volume perdagangan di exchange lokal Indonesia pagi ini tercatat turun 40% dibandingkan rata-rata minggu lalu. Ini menunjukkan bahwa investor ritel Indonesia sedang dalam mode "tahan napas" — tidak ada yang berani membeli di harga saat ini karena takut masih ada koreksi lanjutan. Psikologi pasar sedang berada di titik paling rapuh.

Koin yang Layak Dipantau: Antara Diskon dan Jebakan Nilai

Bagi Anda yang memiliki uang dingin dan nyali baja, pagi yang berdarah sering kali adalah waktu terbaik untuk berburu. Namun tidak semua koin layak disentuh. Ethereum (ETH) di level Rp 29,87 juta adalah kandidat kuat untuk dipantau. Secara historis, setiap kali ETH menyentuh rasio harga terhadap transaksi harian di bawah rata-rata 30 hari, biasanya diikuti oleh rebound dalam 7-14 hari ke depan. Ini bukan rekomendasi beli, melainkan sinyal radar.

Cardano (ADA) yang turun paling dalam — 3,47% — justru menarik perhatian karena biasanya koin yang paling tertekan di awal koreksi adalah yang paling cepat pulih saat sentimen berbalik. Namun, investor harus waspada: ADA belum memiliki katalis fundamental besar dalam waktu dekat, sehingga pergerakannya murni spekulatif. Dogecoin (DOGE) juga dalam posisi serupa, tetapi dengan basis komunitas yang lebih kuat di Indonesia, potensi aksi pump-and-dump selalu mengintai.

Yang paling menarik justru XRP. Dengan koreksi paling kecil di antara koin besar, XRP menunjukkan tanda-tanda akumulasi. Investor institusional mulai melirik XRP sebagai alternatif pembayaran lintas batas yang lebih murah, dan jika sentimen makro membaik, XRP bisa menjadi yang pertama bangkit.

Praktis untuk Investor Indonesia: Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

Jika Anda menggunakan Indodax, Tokocrypto, atau Pintu, jangan panik menjual di harga terendah. Likuiditas pagi hari biasanya tipis, sehingga spread jual-beli melebar. Lebih bijak menunggu hingga volume perdagangan kembali normal, biasanya setelah pukul 10:00 WIB saat bursa saham Asia mulai aktif. Gunakan fitur limit order jika ingin membeli di level yang lebih rendah — jangan gunakan market order di saat volatilitas tinggi seperti ini.

Bagi calon investor yang baru ingin masuk, ini mungkin saat yang tepat untuk memulai dengan jumlah kecil. Mulailah dengan Bitcoin atau Ethereum, karena likuiditasnya paling baik di exchange Indonesia. Jangan tergiur dengan koin kecil yang turun 10-20% — itu bukan diskon, itu jurang.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi. Seluruh keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca. Kripto adalah aset berisiko tinggi; hanya gunakan dana yang Anda siap kehilangan.

Reporter: Boyke Sihombing
Back to top